digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800



BAB 1 Unggul Joyo Wijaya
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Unggul Joyo Wijaya
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Unggul Joyo Wijaya
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Unggul Joyo Wijaya
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Unggul Joyo Wijaya
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Unggul Joyo Wijaya
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Unggul Joyo Wijaya
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) adalah salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam industri pesawat terbang. Pesawat CN- 295 adalah salah satu produk andalan PT DI. Dalam proses produksinya, pesawat ini dibagi menjadi tiga proses utama, yaitu detailed part manufacturing (DPM), component assembly (CA), dan final assembly line (FAL). Dari ketiga divisi ini, CA adalah divisi yang memiliki waktu siklus aktual tertinggi, yaitu empat bulan. Hal ini menyebabkan kebutuhan untuk memproduksi empat pesawat pertahun belum dapat dipenuhi. Perakitan rear fuselage adalah penyebab tingginya waktu siklus aktual. PT DI telah menerapkan sistem panelisasi dalam rangka peningkatan kapasitas produksi sehingga dapat memenuhi waktu siklus yang diinginkan, yaitu tiga bulan. Namun, kondisi aktual masih belum membuktikan metode kerja yang digunakan dapat memenuhi permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang metode kerja usulan untuk perakitan rear fuselage sehingga dapat memenuhi waktu siklus dan penugasan kelompok pekerja untuk mengerjakan operasi kerja. Penugasan pengerjaan operasi mempertimbangkan keseimbangan beban kerja. Beban kerja adalah total waktu dari operasi yang ditugaskan kepada suatu kelompok pekerja. Metode kerja usulan adalah merangkai secara bersama dari frame 25-30 dan frame 46-31 serta memindahkan sebagian operasi dari jig 3 ke jig 2. Model matematis yang digunakan untuk mencari penugasan kelompok pekerja pada metode kerja usulan ini adalah mixed integer linear programming dengan fungsi tujuan minimasi beban kerja antar kelompok pekerja. Hasil komputasi memberikan waktu siklus metode kerja usulan sebesar 985,6 jam atau 2,8 bulan. Keseimbangan beban kerja antar kelompok pekerja adalah sebesar 15,383 jam. Jumlah kelompok pekerja usulan adalah tiga kelompok dengan komposisi 3 orang assembly operator level 3, 3 orang assembly operator level 2, 3 orang sealer, dan 3 orang painter. Sedangkan pada kondisi saat ini, terdapat tiga kelompok pekerja dengan komposisi 2 orang assembly operator level 3, 4 orang assembly operator level 2, 3 orang sealer, dan 3 orang painter.