digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Aliran buoyant atau plume merupakan jenis aliran yang bergerak karena adanya gaya apung yang bekerja pada fluida. Aliran jenis ini biasa terjadi pada fluida gas. Gas merupakan substansi transparan sehingga sulit diamati. Metode visualisasi aliran merupakan salah satu metode yang dapat menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi pada aliran yang bergerak tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jarak celah dan diameter bukaan pada bentuk kesamaan bentuk pada plume yang ditinjau secara kualitatif. Dua variabel tersebut juga untuk diketahui pengaruhnya terhadap bilangan Richardson secara kuantitatif. Diameter yang dipilih adalah 7, 25, dan 42 mm serta jarak yang dipilih adalah 6,7; 27,0; dan 50,5 mm. Dalam penelitian ini, laser dirangkai dengan lensa untuk membentuk bidang laser yang dapat menvisualisasikan aliran buoyant. Aliran buoyant yang dianalisis dihasilkan dari evaporasi air panas dari detik ke-30 sampai detik ke-35. Hasil studi kualitatif menunjukkan bahwa semakin besar diameter semakin tidak memiliki bentuk yang sama. Jarak juga berpengaruh kepada aliran buoyant dimana semakin besar jarak maka aliran yang akan naik keatas akan lebih tidak stabil dibanding dengan jarak yang lebih kecil. Aliran paling stabil saat diameter 7 mm dan jarak 6,7 mm. Hasil studi kuantitatif menunjukan bahwa bilangan Richardson juga dipengaruhi oleh diameter dan jarak antara botol dengan pelat. Semakin besar diameter maka nilai Richardson semakin besar. Semakin besar jarak maka nilai bilangan Richardson semakin kecil. Hal ini disebabkan karena bertambahnya nilai temperatur lingkungan seiring pengujian dilakukan.