COVER ULAN DARULAN NIM:10511046
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB1 ULAN DARULAN NIM:10511046
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB2 ULAN DARULAN NIM:10511046
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB3 ULAN DARULAN NIM:10511046
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB4 ULAN DARULAN NIM:10511046
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB5 ULAN DARULAN NIM:10511046
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian reaksi asetilasi pada eugenol untuk menghasilkan eugenil asetat sudah banyak dilakukan oleh banyak peneliti. Akan tetapi, topik ini masih menarik untuk dikembangkan terutama untuk mengurangi waktu reaksi yang masih lama serta meminimalkan penggunaan katalis dan pelarut. Dalam penelitian ini, dilakukan reaksi asetilasi eugenol dengan menggunakan metode Microwave-Assisted Organic Synthesis (MAOS). Dengan metode MAOS, pemanasan pada reaktan akan lebih merata dan efisien karena gelombang mikro akan langsung diserap oleh reaktan, sehingga dapat meningkatkan laju reaksi dan mengurangi waktu reaksi. Setelah eugenol dicampurkan dengan anhidrida asetat, sintesis eugenil asetat dilakukan pada suhu 150 °C selama satu menit dengan menggunakan daya iradiasi gelombang mikro 100 W. Eugenil asetat berhasil disintesis, dengan persen rendemen yang didapatkan adalah 94% dan hasil KLT menunjukkan adanya perbedaan noda dari eugenol, dengan nilai Rf produk sebesar 0,66. Karakterisasi 1H NMR (500 MHz, CDCl3) dari eugenil asetat menunjukkan adanya proton singlet dengan integrasi tiga di daerah gugus asetil (?=2,31 ppm). Karakterisasi 13C NMR (125 MHz, CDCl3) menunjukkan ada 12 buah sinyal sesuai dengan jumlah karbon pada eugenil asetat. Spektrum FTIR menunjukkan hilangnya puncak di daerah 3529 cm-1, yaitu daerah gugus fungsi hidroksi (-OH) sebagai tanda hilangnya eugenol, dan muncul puncak di daerah 1766 cm-1, yaitu gugus karbonil (–C=O) sebagai tanda terbentuknya eugenil asetat.
Perpustakaan Digital ITB