Sistem commingled well didefinisikan sebagai sistem produksi sumur yang memproduksi minyak dari beberapa
lapisan berbeda dengan karakter lapisan dan ciri-ciri fluida yang berbeda yang tak memiliki hubungan di
antaranya. Walaupun sistem ini jarang disarankan sebagai desain komplesi sebuah sumur, namun alasan utama
menggunakan sistem ini adalah karena alasan ekonomi, yaitu memaksimumkan produksi dari lapisan
hidrokarbon. Penentuan alokasi laju alir fluida dari tiap lapisan menjadi hal yang penting untuk diketahui. Akan
tetapi, penentuan laju produksi dari setiap lapisan reservoir merupakan hal yang sulit disebabkan karena
pengukuran biasanya hanya dilakukan di permukaan.
Pengembangan model sumur dikonstruksikan menggunakan flow performance relationship pada setiap bagian
dari tubing. Metode alokasi lajur alir yang diberikan adalah berdasarkan perbandingan antara produksi ideal saat
simulasi dengan pengukuran sebenarnya di lapangan. Ketika perbandingan tersebut memiliki galat yang kecil,
maka dilakukan analisa sensitivitas gas-oil ratio dan water cut. Jika galat perbandingan tersebut besar, maka
bisa diduga terjadinya aliran kembali (backflow) sehingga perlu dilakukan optimasi desain produksi untuk
mengendalikan masalah ini.
Penelitian ini memberikan metode yang mudah dan akurat untuk mengidentifikasi aliran kembali pada system
commingled well dan optimasi desain produksi untuk menghindari aliran kembali. Metode ini juga memberikan
perkiraan alokasi laju alir yang baik sehingga dapat mereduksi biaya operasional.
Perpustakaan Digital ITB