Banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Cisangkuy Hilir mengakibatkan kerugian yang besar mencakup kerugian fisik maupun non fisik. Meluapnya Sungai Cisangkuy Hilir tersebut disebabkan karena sungai tidak mampu lagi menampung debit banjir yang terjadi. Penelitian ini membahas mengenai analisis kondisi penampang eksisting Sungai Cisangkuy Hilir terhadap debit banjir rencana (periode ulang 20 tahun) menggunakan software HEC-RAS. Penelitian ini menggunakan HEC-RAS dari mulai pembuatan model tiruan Sungai Cisangkuy Hilir sampai simulasi aliran model tersebut. Berdasarkan hasil simulasi steady flow analysis menggunakan debit banjir rencana periode ulang 20 tahun (229,27 m3/s) bahwa semua penampang mengalami banjir dan tidak memenuhi persyaratan tinggi jagaan (0.75 meter). Tinggi banjir tertinggi terdapat pada stasiun 17,4 yaitu mencapai 3,06 meter sedangkan tinggi banjir terendah terdapat pada stasiun 0 yaitu sebesar 0,03 meter. Selanjutnya dilakukan perencanaan normalisasi Sungai Cisangkuy Hilir sepanjang 6,674 km (Sta 0 – Sta 33) dengan bentuk penampang tunggal trapesium, kemiringan dinding saluran 1,5 dan kedalaman saluran sebesar 7 meter di seluruh penampang sedangkan ukuran lebar penampang bervariasi disesuaikan dengan lebar penampang sebelumnya. Berdasarkan hasil simulasi penampang baru (desain) bahwa semua penampang mampu menampung debit banjir rencana Q20thn dan memenuhi kriteria tinggi jagaan (0,75 meter). Rata-rata tinggi selisih (elevasi tebing - elevasi muka air) di seluruh penampang yaitu 1,94 meter dengan tinggi selisih terendah terdapat pada stasiun 26 yaitu 0,89 meter.
Perpustakaan Digital ITB