digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Keberhasilan efek Yarkovsky dalam menjelaskan kesenjangan yang dijumpai antara hasil pengamatan dengan prediksi Model Klasik (MK) yang hanya bersandar pada pengaruh gravitasi, menunjukkan bahwa pengaruh efek ini dalam evolusi orbital objek berukuran 10 cm - 40 km tidak dapat diabaikan. Dalam sejumlah literatur dapat dijumpai penyertaan efek ini dalam studi dinamika dan evolusi populasi asteroid di kawasan Sabuk Utama maupun keluarga asteroid. Dengan telah berhasil dideteksinya kehadiran efek ini pada asteroid individual, seperti asteroid 6489 Golevka (1991 JX), kami menduga bahwa akumulasi efek Yarkovsky dalam jangka panjang berode juta - miliar tahun dimungkinkan berpengaruh terhadap evolusi lanjut populasi Asteroid Dekat-Bumi (ADB) secara umum. Untuk keperluan ini digunakan metode simulasi numerik berbantuan integrator Swift_RMVS4y terhadap 3372 sampel ADB dengan kriteria orbit yang telah dikenal baik. Selama 5x10^6 tahun pertama komputasi, dijumpai bahwa mayoritas sampel yang berakhir sebagai penumbuk Matahari (28%) dan terlempar ke bagian luar Tata Surya (23,5%) berasal dari kelas Apollo dan Amor. Hanya 4% dari populasi sampel yang mengalami tumbukan dengan planet terestrial (terutama Mars, Bumi, dan Venus) dan 0,5% dengan planet Jovian (terutama Jupiter). Bias penggunaan sampel yang berbeda telah diketahui berpengaruh terhadap nilai-tengah kala hidup. Dari peluruhan populasi ADB ke zona pembuangan (menumbuk Matahari atau planet dan terlempar ke luar Tata Surya), diperoleh nilai-tengah kala hidup sampel sebesar 3,7x10^6 tahun. Dengan nilai rata-rata laju peluruhan fraksional sebesar -0,1188 +/- 0,0016 per juta tahun, diperoleh fluks-masuk ADB menuju zona pembuangan sebesar 114 +/- 14 objek per 10^6 tahun untuk H < 18, yang memperoleh suplai ulang dengan fluks sebesar 71 +/- 17 objek per 106 tahun untuk H < 18 dari Intermediate source Mars-crossing Asteroid (IMC). Khusus untuk ADB yang menjadi objek pelintas orbit Bumi (kelas Apollo dan Aten), selama kurun waktu 2x10^6 tahun integrasi orbit lebih banyak dijumpai sampel populasi kelas Aten yang berevolusi menjadi Apollo (fluks-masuk: 19 +/- 3 objek per 10^6 tahun untuk H < 18) daripada proses sebaliknya (fluks-masuk: 5,0 +/- 0,6 objek per 10^6 tahun untuk H < 18). Bukti lain terkait pengaruh efek Yarkovsky terhadap populasi ADB adalah kontribusinya dalam menambah jumlah populasi kelas Amor daripada kelas Apollo. Memanfaatkan informasi peluruhan populasi IMC menjadi ADB, diperoleh bahwa populasi kelas Amor memperoleh suplai lebih banyak (> 25x) daripada yang didapatkan populasi kelas Apollo. Didapati pula (dalam jumlah minor) pembentukan kelas baru ADB dengan orbit yang sepenuhnya berada di sebelah dalam orbit Venus dan asteroid yang mengalami kondisi orbit retrograde. Dalam penelitian ini diperoleh nilai laju tumbukan f ADB dengan planet-planet terestrial secara konsisten lebih besar (mencapai hingga sekitar 30x) daripada nilai-nilai yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Laju tumbukan terbesar diperoleh untuk planet Bumi (4,8x10^-8 tahun^-1), yaitu sekitar 6x lebih besar daripada planet Merkurius. Singkatnya durasi kondisi meta-stabil yang mampu disediakan oleh resonansi di daerah a < 2 sa, diduga kuat telah menghalangi efek Yarkovsky untuk bertumbuh. Dengan demikian, perbedaan perolehan nilai f yang muncul di dalam penelitian ini bukan karena kontribusi efek Yarkovsky. Memanfaatkan sampel ADB yang berakhir sebagai penumbuk planet Bumi (MOID < Rc) telah dihasilkan model matematis untuk memprediksi diameter asteroid yang diperlukan dalam pembentukan kawah-kawah tumbukan. Prediksi diameter asteroid yang diperlukan bersesuaian dengan prediksi dari hasil analisis kandungan Iridium yang menyimpulkan bahwa diperlukan asteroid dengan diameter yang lebih kecil daripada yang diduga sebelumnya untuk menghasilkan kawah-kawah besar tumbukan berdiameter > 100 km di Bumi.