Kemacetan di Kota Bandung disebabkan oleh pola pergerakan pekerja yang tinggal di kawasan pinggiran kota dan bekerja di pusat kota. Sistem bekerja yang melemahkan ikatan pekerja dengan tempat kerja dan potensi perkembangan teknologi informasi komunikasi menyebabkan kemunculan pekerja kontingen. Mulyana (2016) mengatakan bahwa masyarakat kampung kota mempunyai kecenderungan untuk memilih lokasi bekerja dekat dengan tempat kerjanya dikarenakan pendapatan mereka yang rendah dan keterbatasan ongkos perjalanan untuk bekerja dengan jarak ke tempat kerja yang jauh. Kecamatan Ujungberung merupakan kawasan pinggiran kota yang berperan sebagai gerbang pola komuter Kota Bandung dan mempunyai kawasan perumahan konvensional dan kampung kota. Terdapat potensi bahwa kemunculan pekerja kontingen di Kecamatan Ujungberung akan mengurangi kemacetan di Kota Bandung. Hingga saat penelitian ini disusun belum pernah dilakukan penelitian mengenai keberadaan pekerja kontingen di kampung kota kawasan pinggiran kota. Cara untuk mengetahui keberadaan pekerja kontingen adalah dengan melihat karakteristik sosio-ekonomi, pola pergerakan pekerja ke tempat kerja, dan perkembangan teknologi informasi komunikasi untuk membantu menyelesaikan pekerjaan dan mengurangi pergerakan fisik ke tempat kerja. Hasil kuesioner terhadap pekerja di RW 11 Kelurahan Pasirjati Kecamatan Ujungberung adalah mayoritas bekerja dekat dengan tempat tinggalnya dan mempunyai tingkat ketergantungan yang rendah terhadap kawasan pusat Kota Bandung. Jumlah pekerja kontingen di RW 11 Kelurahan Pasirjati Kecamatan Ujungberung mempunyai proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan pekerja non kontingen. Penggunaan TIK untuk bekerja dan mengurangi pergerakan fisik di RW 11 Kelurahan Pasirjati Kecamatan Ujungberung adalah rendah.
Perpustakaan Digital ITB