digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perencanaan kapasitas bisa membantu perusahaan untuk mencapai target. Pada kasus Sari Pandan (Perusahaan kuliner), perusahaan tidak mampu mencapai target karena kapasitas perusahaan tidak bisa mencapai potensi permintaan yang ada di pasar. Oleh karena itu, sang owner harus membangun perencanaan kapasitas yang benar untuk mencapai target perusahaan. Perencanaan kapasitas yang benar membutuhkan data yang yang jelas mengenai kapasitas perusahaan saat ini dan ekspektasi permintaan di pasar. Seteleh mengumpulkan kedua data tersebut, peneliti bisa membangun perencanaan kapasitas dan strategu untuk menyelaraskan kapasitas perusahaan dengan ekspektasi permintaan. Ekspektasi permintaan membutuhkan data populasi dan wawancara dengan target pasar pada lokasi potensi berjualan dari Sari Pandan. Data kapasitas perusahaan didapatkan melalui observasi aktifitas produksi. Untuk merancang strategi pemasaran dan penjualan, peneliti melakukan wawancara dengan praktisi bisnis pada bidang kuliner yang sudah memiliki profit lebih dari Rp 20.000.000/bulan. Hasil dari survey pasar menunjukan bahwa target pasar dari Sari Pandan mau membeli produk Sari Pandan. Berdasarkan perhitungan expected value, ekspektasi permintaan untuk Cimahi Tengah adalah 31 orang/hari, Cimahi Utara adalah 32 orang/hari, dan Ngamprah adalah 31 orang/hari. Dengan keuntungan 50% atau Rp 4.000/cup, Sari Pandan harus menjual produk sebanyak 5.000 cup/bulan atau 167 cup/hari agar mencapai target perusahaan. Berdasarkan hasil benchmarking, menerapkan strategi marketing-mix akan meningkatkan penjualan sebesar 3,5%. Target tersebut bisa didapatkan dengan menambah kapasitas menjadi pegawai 8 orang, kompor 8 buah, blender 4 buah, dan pencuci piring 4 buah.