digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proyek Tugas Akhir merupakan pusat pelatihan khusus olahraga bulutangkis yang diprakarsai oleh PB Djarum, salah satu klub bulutangkis terbaik di Indonesia. Lahan proyek berlokasi di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Saat ini pemrakarsa telah memiliki pusat pelatihan di Jakarta, namun statusnya belum menjadi independen karena terletak pada lahan yang sama dengan kantor PT Djarum. GOR eksisting hanya memiliki 3 lapangan bulutangkis dengan asrama yang menyatu dalam satu bangunan. Jumlah atlet saat ini telah mencapai sekitar 96 atlet di mana kapasitas atlet sudah melebihi standar sarana yang ada. Mengingat bulutangkis merupakan olahraga yang populer di kalangan masyarakat Indonesia, maka pemrakarsa berkeinginan untuk mendirikan pusat pelatihan bulutangkis yang independen di Jakarta dan mampu menampilkan citra PB Djarum. Permasalahan lainnya adalah lahan berada di kawasan perekonomian dengan tingkat permukiman yang padat. Selain itu, lahan juga berada di tengah kota Jakarta yang panas dan berpolusi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka konsep yang akan diterapkan yaitu high performance badminton training point. Konsep tersebut sesuai dengan citra yang ingin ditunjukan oleh pemrakarsa serta sesuai dengan sisi modern yang ingin ditunjukkan pada bangunan. Selain itu, bangunan juga akan dirancang dengan merespon iklim tropis di Indonesia. Lahan proyek berada di zona campuran dengan KDB 50%, KLB 2 serta ketinggian bangunan yang diizinkan adalah 4 lantai. Proses perancangan merliputi analisis tapak, analisis pengguna dan kegiatan dengan survei ke lapangan dan studi preseden. Lingkup perancangan meliputi perencanaan tapak dan bangunan. Pusat pelatihan ini akan mewadahi berbagai fungsi, diantaranya fungsi latihan, asrama, manajemen (pengelolaan), fasilitas pendukung, dan utilitas. Massa bangunan terdiri dari dua massa utama yang dihubungkan dengan ruang sehingga membentuk kesatuan bangunan, massa utama tersebut adalah hall bulutangkis dan massa asrama serta fasilitas. Hall bulutangkis terdiri dari 9 lapangan. Asrama terdiri dari asrama pelatih dan atlet dengan kapasitas 96 atlet. Sirkulasi dirancang sesederhana mungkin untuk memudahkan atlet beraktivitas. Pada bangunan disediakan banyak ruang untuk bersosialiasi antar sesama atlet sehingga dapat meningkatkan interaksi dan mengurangi tekanan pada atlet. Konstruksi massa bangunan gedung olahraga akan menggunakan konstruksi bentang lebar berupa kayu laminasi yang hemat energi. Fasad bangunan mempertimbangkan orientasi matahari dan iklim tropis yang identik dengan hujan, sehingga menggunakan atap miring.