Permodelan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting untuk menggambarkan kondisi geologi dan karakteristik geometri suatu endapan. Karena setelah tahapan eksplorasi dilakukan, diperlukan desain serta analisis pada model badan bijih secara 3 dimensi sehingga dapat menentukan penerapan metode penambangan yang akan dilakukan.Metode perhitungan sumberdaya/cadangan memiliki dua cara yaitu secara konvensional dan non konvensional. Didalam penelitian ini digunakan metode secara konvensional yaitu dengan metode pendekatan inverse distance power. Seiring dengan perkembangan teknologi, metode penaksiran sumberdaya secara konvensional ini dapat dimodifikasi secara komputerisasi dengan menggunakan perangkat lunak yang sudah ada sekarang ini tanpa mengubah filosofi perhitungannya sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat.Pemodelan dilakukan berdasarkan konsep model blok dimana sumberdaya dibagi menjadi blok-blok kecil untuk mendapatkan taksiran kadar yang detail. Ukuran blok sumberdaya yang digunakan adalah dimensi blok dalam X x Y x Z = ½ Jarak Spasi Antar Titik Bor (1/2 x 25 m), Y = ½ Jarak Spasi Antar Titik Bor (1/2 x 25 m) dan Z = 2 m (Berdasarkan Konvensi).Dilihat dari hasil statistik bahwa nilai mean, skewness, dan varians Ni, Fe dan MgO antara blok utara dan blok selatan menghasilkan nilai yang tidak jauh berbeda dengan kesimpulan penyebaran nilai kadar pada blok utara dan selatan tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama. Kemudian dari hasil analisis statistik Scatter Plot menunjukkan adanya dua populasi data yang berbeda dan menunjukkan tahap lateritisasi dari interpretasi korelasi variabel nilai kadar Ni terhadap Fe dan nilai kadar Ni terhadap MgO.Penelitian ini menghasilkan estimasi jumlah sumberdaya nikel laterit Blok GB Pulau Gee yaitu zona limonit dengan jumlah tonnase 497.127,06 ton dengan kadar rata-rata Ni : 1,29 % ; Fe : 44,35 % ; MgO : 9,39 %, zona saprolit dengan jumlah tonnase 2.377.997,01 ton dengan kadar rata-rata Ni : 2,08 % ; Fe : 20,011 % ; MgO : 23,32 % sehingga jumlah sumberdaya nikel laterit 2.875.124,06 ton dengan kadar rata - rata Ni : 1,68, Fe : 32,18 dan MgO : 16,36 (asumsi berat jenis zona limonit dan zona saprolit = 1,6 ton/m3).Penelitian ini juga mengestimasi sumberdaya ekonomis berdasarkan nilai Cut Off Grade yang tersusun didalam skenario, untuk skenario 1 dengan asumsi nilai COG > 1,2 % dan berat jenis ore 1.6 gr/m3 menghasilkan sumberdaya volume ore 1.768.039 m3 sehingga tonnase ore 2.828.862,61 ton dengan kadar rata-rata Ni 1,95 %, Fe 23,35 % dan MgO 21,23 % dan volume waste 336.795,78 m3. Sedangkan Skenario 2 dengan asumsi nilai COG > 1,8 % dan berat jenis ore 1.6 ton/m3 menghasilkan sumberdaya volume ore 1.171.253,625 m3 sehingga tonnase ore 1.874.005,80 ton dengan kadar rata-rata Ni 2,09 %, Fe 20,28 % dan MgO 23,13 % dan volume waste 210.562,27 m3 (Ore = Limonit + Saprolit).
Perpustakaan Digital ITB