Article Details

KAJIAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DALAM PENDIRIAN PABRIK KOSMETIK

Oleh   Yuli Yulianti [21818005]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr.rer.nat., apt., Sundani Nurono Soewandhi ; Drs. Ganggas Cahyono, Apt, MBA
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi Industri
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : efektivitas tata letak, pabrik kosmetik, biaya perpindahan material, CRAFT, closeness gap
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 11:08:18

Pertumbuhan pasar produk kosmetik di Indonesia terus meningkat, penjualan pada tahun 2019 mencapai 61,46 trilyun rupiah atau tumbuh sebesar 6,6% dari tahun 2018, dan diprediksi akan terus naik setiap tahunnya sekitar 4,2% (CAGR 2019-2023). Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pabrik kosmetik PT X akan mengembangkan kapasitas produksi dengan mendirikan fasilitas pabrik baru di lokasi yang berbeda. Pengaturan tata letak ruangan dan fasilitas mesin sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan produktivitas pabrik. Dengan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kajian dan menilai efektivitas rancangan tata letak yang sudah ada , serta evaluasi terhadap jumlah kebutuhan dan penempatan fasilitas mesin produksi untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Tata letak yang efektif dapat menurunkan biaya perpindahan material. Setelah melalui 5 kali iterasi pertukaran ruangan menggunakan algoritma CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Tehnique), diperoleh usulan tata letak departemen produksi yang paling efektif dengan penurunan biaya perpindahan material per tahun dari Rp. 405.684.990,- menjadi Rp. 328.918.860,-, atau efisiensi biaya sebesar 18,92%. Efektivitas tata letak juga diukur melalui angka closeness gap (CG), dimana tata letak awal memiliki nilai closeness gap 0,47 dan berubah pada usulan tata letak akhir menjadi 0,40, atau turun sebesar 16,08%. Dengan demikian usulan tata letak ini terbukti lebih efektif dibandingkan dengan tata letak awal, sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas pabrik.