Article Details

OPTIMASI TREATMENT PLANNING BERKAS FOTON TEKNIK 3D-CRT DAN IMRT KANKER PAYUDARA

Oleh   Irna Jelita Estri Satiti [10215039]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.rer.nat. Freddy Haryanto, S.Si., M.Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Radioterapi, treatment planning, 3D – CRT, IMRT.
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-13 08:52:46

Kualitas suatu radioterapi dapat dinilai dari keberhasilannya dalam memaksimalkan distribusi dosis pada target tumor dengan meminimalkan distribusi dosis pada organ at risk (OAR), serta jaringan normal yang berada di sekitarnya. Treatment planning dalam radioterapi sangat diperlukan dalam menentukan distribusi dosis yang akurat pada pasien sehingga tujuan radioterapi dapat terpenuhi. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan hasil treatment planning teknik 3D – CRT dan IMRT untuk 3 kasus kanker payudara kiri post mastectomy. Treatment planning dilakukan menggunakan berkas foton energi 6 MV pada software TPS XiO. Hasil treatment planning dievaluasi menggunakan kurva isodosis dan DVH. Parameter fisis seperti V95%, HI, dan CI yang diperoleh dari DVH digunakan untuk mengevaluasi distribusi dosis pada PTV. Sementara distribusi dosis pada OAR dievaluasi menggunakan acuan standar QUANTEC, V30 untuk paru – paru kiri dan paru – paru kanan, V46 untuk jantung, dan dosis maksimum untuk spinal cord. Dari kurva isodosis kita dapat memperoleh informasi terkait luas area jaringan normal yang terpapar radiasi sebesar 20% dari dosis preskripsi. Selain mengevaluasi distribusi dosis, waktu yang dibutuhkan untuk membuat treatment planning dan total MU dalam satu kali fraksinasi juga akan dinilai untuk mengetahui tingkat efisiensinya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, treatment planning yang dapat diterapkan secara klinis untuk kasus 1 merupakan treatment planning teknik 3D – CRT dengan 2 dan 3 lapangan dan treatment planning teknik IMRT dengan 2, 3, dan 5 lapangan penyinaran. Untuk kasus 2, treatment planning yang menunjukkan hasil yang baik adalah treatment planning teknik 3D – CRT dengan 2 dan 3 lapangan dan treatment planning teknik IMRT dengan 3, dan 5 lapangan penyinaran. Sementara untuk kasus 3, treatment planning yang memenuhi standar adalah treatment planning teknik IMRT dengan 5 lapangan penyinaran. Semakin banyak jumlah lapangan penyinaran yang digunakan, luas area jaringan normal yang terpapar dosis sebesar 20% dosis preskripsi cenderung semakin meningkat. Tingkat efisiensi treatment planning yang lebih baik yaitu dengan waktu pembuatan treatment planning yang lebih singkat dan jumlah MU yang lebih sedikit diperoleh dengan menggunakan teknik 3D – CRT.