Article Details

ANALISIS KESTABILAN TEROWONGAN MENGGUNAKAN METODE CONVERGEN-CONFINEMENT (CCM) BERDASARKAN DATA HASIL PEMANTAUAN

Oleh   L M Hilman Kurnia [22116021]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Made Astawa Rai;Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTTM - Rekayasa Pertambangan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Mining & related operations
Kata Kunci : Metode Convergen-Confinement, perpindahan, metode analitik, metode numerik
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-01-30 11:54:00

Metode Convergen-Confinement (CCM) merupakan metode observasi yang merupakan pendekatan standar untuk analisis awal dari perpindahan yang terjadi di batas galian terowongan dengan tekanan penyangga yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya perpindahan tersebut. Penelitian ini dilakukan di terowongan jalur ganda kereta api Notog yang terletak di Jawa Tengah, yang bertujuan untuk menganalisis kestabilan terowongan dengan membuat kurva interaksi batuanpenyangga yang menggunakan solusi analitik atau dengan model numerik. Pengukuran perpindahan dengan menggunakan alat total station untuk memudahkan kegiatan pemantauan pada dinding dan atap terowongan. Perpindahan yang terjadi pada batuan Breksi Vulkanik dari hasil pemantauan dilapangan sekitar 1,15 mm untuk dinding kiri-kanan dan atap sebesar 1 mm, sedangkan untuk hasil perhitungan perpindahan yang terjadi pada pada massa batuan setelah disangga adalah 1,1 mm dan 0,9 mm (titik equilibrium). Perpindahan yang terjadi pada batuan Claystone dari hasil pemantauan dilapangan sekitar 4,1 mm untuk dinding kiri-kanan dan atap sebesar 3,1 mm, sedangkan untuk hasil perhitungan perpindahan yang terjadi pada pada massa batuan setelah disangga adalah 3,1 mm dan 3,6 mm (titik equilibrium). Terdapat perbedaan untuk perhitungan zona plastik. Pada batuan Breksi vulkanik, zona plastik yang terbentuk sebesar 6,089 m dan pada metode numerik zona plastik sebesar 6,095 m. Untuk batuan Claystone, zona plastik yang terbentuk sebesar 8,617 m dan pada metode numerik zona plastik yang terbentuk sebesar 10,301 m. Hal ini disebabkan karena perhitungan kurva interaksi batuan-penyangga terjadi keterbatasan dalam jumlah elemen dan jumlah iterasi. Besar perpindahan pada saat dilakukan penggalian 1 meter dari penyangga terakhir adalah 0,49 mm, dan batuan Claystone pada saat dilakukan penggalian 1 meter dari penyangga terakhir adalah 2,4 mm.