digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Permintaan energi listrik selama tiga dekade terakhir meningkat. Berbagai sumber energi telah diupayakan salah satunya sumber energi panas bumi. Salah satu daerah panas bumi yang ada di Indonesia adalah Daerah Panas Bumi Rabunan, Iyang Argopuro, Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model konseptual sistem panas bumi Daerah Panas Bumi Rabunan-Iyang Argopuro. Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data Complete Bouguer Anomaly (CBA) yang didapatkan dari hasil penelitian PSDMBP tahun 2002 di Daerah Panas Bumi Rabunan-Iyang Argopuro. Kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan dua metode yang berbeda, yaitu metode moving average dan polinomial orde dua. Hasil anomali kedua metode tersebut dibandingkan dan dipilih salah satu yang paling optimal untuk dilakukan pengolahan data lebih lanjut. Anomali residual menunjukkan hasil anomali dengan rentang nilai masing-masing dari -13 sampai 9 mGal dan -18 sampai 20 mGal. Dari peta residual yang dihasilkan kedua metode tersebut, dipilih peta anomali residual metode moving average karena menunjukkan nilai anomali yang bervariasi dan anomali yang ditunjukkan lebih sesuai dengan kondisi geologi daerah penelitian. Berdasarkan hasil pemodelan, batuan dasar di daerah ini diinterpretasikan sebagai satuan batupasir yang berumur tersier. Selain itu, hasil pemodelan menunjukkan adanya intrusi batuan gabro, lava pra Argopuro, aliran piroklastik Argopuro, dan lava Argopuro