2016_TA_PP_FAISAL_AMRI_1-BAB_1.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2016_TA_PP_FAISAL_AMRI_1-BAB_2.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2016_TA_PP_FAISAL_AMRI_1-BAB_3.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2016_TA_PP_FAISAL_AMRI_1-BAB_4.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2016_TA_PP_FAISAL_AMRI_1-BAB_5.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Dalam penelitian ini telah dilakukan simulasi model dispersi termal di kanal pasang
surut berukuran 10 km x 1 km dengan menggunakan model kopel, dimana simulas i dispersi
termal menggunakan model cellular automata (MCA) dan simulasi arus menggunaka n
model numerik. Model arus disimulasikan selama 72 jam dengan skenario berikut : pasang
surut di batas terbuka, aliran outlet yang konstan sebesar 0,4 m/detik, dan angin (barat dan
timur) sebagai pembangkit arus. Dalam MCA digunakan aturan Von Neumann untuk
adveksi dengan nilai pembobotan di sel utama
(rumus )
Hasil pengujian MCA di daerah sintetik dengan MA dan MN menunjukka n
perbedaan relatif (absolut) kurang dari 9,13 % (0,001oC) dengan MA, dan perbedaan relatif
(absolut) kurang 42% (0,3 oC) dengan MN. Perbandingan hasil simulasi model kopel di
kanal pasang surut dengan pembobotan yang dirumuskan di atas dengan MN menghasi lka n
perbedaan relatif (absolut) kurang dari 7% (0,42 oC).
Pola penyebaran panas hasil simulasi MCA selama 72 jam simulasi pada angin barat
menunjukkan perbedaan area dispersi sebesar 0,3 km2 (0,35 km2) pada pasang (surut)
dengan kondisi tanpa angin dan pada kondisi angin timur perbedaannya sebesar 0,3 km2 (0,4
km2) pada pasang (surut).