Article Details

STUDI PARAMETER PENENTU COKEABILITY BATUBARA FORMASI BATU AYAU KALIMANTAN TENGAH BERDASARKAN HASIL ANALISIS CRUCIBLE SWELLING NUMBER, PROXIMATE, TOTAL SULPHUR DAN CALORIFIC VALUE

Oleh   Komang Anggayana [-]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Wahyudi Zahar, Agus HarisWidayat, Mulyono Dwiantoro
Jenis Koleksi : Prosiding
Penerbit : Lain-lain
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : crucible swelling number, cokeability, Formasi Batu Ayau
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani  
File : 4 file
Tanggal Input : 12 Apr 2022

Adanya nilai CSN yang bervariasi cukup besar untuk daerah yang relatif tidak luas ini, membuka keinginan untuk mengetahui faktor penentunya. Data yang dipakai adalah data yang telah tersedia saja sehingga pada bagian akhir berdasarkan kajian, disarankan untuk melakukan analisis analisis lain yang secara teoritis atau sesuai hasil kerja peneliti peneliti yang telah ada mempunyai kontribusi yang tinggi juga terhadap cokeability. Data hasil analisis 59 sampel batubara dari lima seam yang berbeda pada Formasi Batu Ayau berupa data kandungan total moisture, proksimat, nilai kalori, kandungan sulfur dan nilai crucible swelling number (CSN). CSN merupakan metode uji dasar untuk mengetahui cokeability batubara. Data menunjukan nilai indeks CSN bervariasi antara 1 sampai 7. Bervariasinya nilai indeks tersebut merupakan fenomena yang menarik sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Proximate, total sulphur dan calorific value teoritis memiliki peran dalam perubahan nilai indeks CSN tersebut. Analisis statistika regresi linier menunjukan bahwa nilai indeks CSN mempunyai hubungan berbanding lurus terhadap calorific value (r— #0,48) namun memiliki hubungan berbanding terbalik terhadap total moisture (r — -0,52), inherent mointure (1 — -0,63), ash content &— -0,21) dan total sulphur (“ — -0,22). Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya moisture yang berpengaruh dominan. Arah kecenderungan perubahan lateral nilai indeks CSN setiap seam dicoba untuk digambarkan. Seam 1 memiliki kecenderungan membesar ke arah Tenggara, seam 2 dan seam 3 ke arah Barat Laut, seam 4 ke arah Utara dan seam 5 ke arah Timur Laut. Tidak ada kesamaan arah kecenderungan, sehingga sangat perlu mengkaji lebih dalam tentang kondisi geologi lokal dalam kaitannya dengan sumber panas dan tekanan penyebab naiknya nilai CSN.