Article Details

MORFOLOGI PERKEMBANGAN CABANG TERBATAS PADA EUPHORBIA Pulcherrima Willd. Ex klotzsc (Kastuba)

Oleh   Yulmizar Hasan (S2418707)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing 1 : Estiti B. Hidayat, Dr., Prof. ; Pembimbing 2 : Undang A. Dasuki Ms., Drs. Scanner: Alice Diniarti; 2008-01-09.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
Subjek :
Kata Kunci : Euphorbia , Pulcherrima Willd. Ex klotzsc , Kastuba.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice D  
File : 8 file
Tanggal Input : 27 Sep 2017

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-BAB 1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-BAB 2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-BAB 3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-BAB 4-1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-BAB 4-2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-BAB 4-3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1990 TS PP YULMIZAR HASAN 1-BAB 4-4.pdf
File tidak tersedia


Abstrak: Morfologi perkembangan dari cabang terbatas pada Euphorbia puLcherrimcz Willd. ex Klotzsch. telah diteliti. Untuk aspek morfologi diteliti sembilan sumbu tanaman sedangkan untuk aspek anatomi perkembangannya, berbagai stadium perkembangan tunas terminal yang akan bercabang difiksasi dengan Craf III C asam kromat, asam asetat, formalin) kemudian didehidrasi dengan sera menaik larutan Johansen, diinfiltrasi dan ditanam di dalam parafin. Sayatan seri melintang dan memanjang dibuat setebal 10 pm dan diwarna dengan Hematoksilin Delafield. Arsitektur potion secara keseluruhan sesuai dengan model Leeuwenberg serta percabangannya merupakan perangkat simpodial dari modul ortotrop. Setiap modul terdiri dari pucuk dimana kegiatan tunas terminal terhenti oleh karena berkembang menjadi perbungaan yakni cyathium. Hal itu diikuti dengan pembentukan tiga cabang masing-masing berkembang dari tunas ketiak yang didukung oleh primordium dawn berurutan tepat di bawah meristem apeks. Masing-masing bakal cabang akan bercabang dengan cara yang sama namun menghasilkan dua bakal cabang Baja, yang masing-masing mengulang percabangannya hingga 2-3 kali l agi dan setiap percabangan tetap menghasilkan dua cabang. Setiap cabang yang terbentuk panjangnya hanya satu ruas. Cyathium yang dibentuk hingga saat ini selalu kurang sempurna. Setelah percabangan terakhir setiap cabang yang dihasilkan kemudian tumbuh menjadi sumbu beruas banyak dan pada masa tumbuh berikutnya dibentuk percabangan reproduktif. Percabangan reproduktif mengikuti pola yang sama seperti percabangan vegetatif sampai percabangan tingkat dua, serta diiringi oleh cyathium yang berkembang sempurna. Setelah itu ruas tetap satu namun,amat pendek dan satu di antara kedua cabang yang dibentuk tidak berkembang sama sekali. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya kelompok perbungaan disebelah luar dan sebelah atas tajuk pohon, dengan penampakan menonjol karena daun di daerah ini bewarna merah.