Article Details

KORELASI ELEKTRON PADA KEADAAN DASAR DAN KEADAAN EKSITASI POLIENA

Oleh   Rustam Effendi Siregar (NIM 31183001)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Promotor: M. O. Tjia, Prof., Ph.D. Ko-Promotor: M. Barmawi, Prof., Ph.D. Scan: Arnaz Driyastika M. (2008-01-03)
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : korelasi elektron, eksitasi poliena
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 8 file
Tanggal Input : 2017-09-27 15:45:34

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-BAB1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-BAB2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-BAB3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-BAB4.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-BAB5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-BAB6.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1993 DS PP RUSTAM EFFENDI SIREGAR 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


ABSTRAK: Studi tentang efek-efek korelasi elektron telah dilakukan pada poliena dengan berbagai panjang rantai (2N), bail( dalam keadaan dasar maupun keadaan eksitasi berdasarkan model elektron-w. Hasil-hasil perhitungan numerik secara rinci telah diperoleh dengan menggunakan berbagai aproksimasi. Sementara metoda aproksimasi Heckel memberkan hasilhasil yang memadai dalam struktur elektron 7c keadaan dasar poliasetilen-trans dengan dan tanpa cacat geometri, studi korelasi elektron dalam polienatrans dengan panjang rantai terbatas dan dalam keadaan-keadaan tereksitasi, setidaktidaknya memerlukan pemakaian metoda aproksimasi Pariser-Parr-Pople (PPP). Namun demilcian perhitungan energi-energi eksitasi poliena-poliena dalam berbagai N dengan menggunakan metoda interaksi konfigurasi keadaan eksitasi elektron tunggal dalam perumusan PPP konvensional masih tak mampu menghasilkan pembalikan 2Ag-lBu sebagaimana teramati dalam eksperimen.