Article Details

DINAMIKA POPULASI LALAT BUAH, BACTROCERA CARAMBOLAE DREW DAN HANDCOCK (DIPTERA : TEPHRITIDAE)

Oleh   RC Hidayat Soesilohadi (NIM 311 98 003)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Promotor : Ketua : Soelaksono Sastrodihardjo, Prof. Dr. Anggota : Tati Suryati S. Subahar, Dr. Anggota : Agus Dana Permana, Dr. Scanner : Novian Kurniawan
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : Bactrocera Carambolae Drew, Handcock (Diptera : Tephritidae).
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 9 file
Tanggal Input : 2017-09-27 15:45:34

Abstrak : Tanaman inang yang buahnya berfluktuasi secara musiman mempunyai peran penting sebagai faktor pembatas bagi populasi lalat buah oleh adanya kompetisi, akan tetapi sebaliknya kompetisi menjadi tidak berperan dalam membatasi populasi lalat buah bilamana buah dari buah atau pakan tersedia secara berlimpah sepanjang waktu. Terdapat hubungan antara kelimpahan populasi lalat buah dengan parasitoid dan kelimpahan populasi lalat buah dengan kelimpahan buah dari tanaman inang. Fenomena tersebut membuktikan adanya hubungan antara tanaman inang dengan kelimpahan populasi lalat buah dan hubungan antara kelimpahan populasi parasitoid dengan kelimpahan populasi lalat buah. Sejauh mana pengaruh tanaman inang sebagai faktor pembatas dan peran parasitoid sebagai pengatur besarnnya populasi lalat buah akan dibahas dalam disertasi ini. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kualitas dan kuantitas buah belimbing sebagai somber pakan bagi larva dan dewasa lalat buah (Bactrocera carambolae) serta mempelajari peran parasitoid utama sebagai pengatur populasi lalat buah. Kualitas buah belimbing diidentifikasi dengan pengukuran kandungan protein, gula, dan pH, sedangkan kuantitas buah diidentifikasi dengan menghitung kelimpahannya di Kebun Percobaan milik Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Subang. Penghitungan kelimpahan populasi buah belimbing di pohon dan pengambilan sampel buah dilakukan secara periodik setiap bulan sekali selama satu tahun dari bulan Juli 1999 s.d. Joni 2000. Suhu dan curate hujan di lapangan diukur selama periode waktu tersebut. Sebagian sampel buah belimbing digunakan untuk menganalisis kandungan protein, gula, dan pH, sedangkan selebihnya dipelihara di laboratorium untuk memperoleh data lalat buah dan parasitoid, yaitu jumlah puparium, jumlah imago, periode hidup, rasio seks (jantan/betina) dan persentase kemunculan imago. Hasil menunjukkan bahwa selama periode bulan Juli 1999 s.d. bulan Juni 2000 di IPPTP Subang diperoleh satu species lalat buah yang menginfestasi buah belimbing, yaitu Bactrocera carambolae Drew & Handcock dan tiga jenis parasitoid, yaitu Biosteres vandenboschi Fullaway, Opius incisi Silvestri, dan satu spesies dari Famili Eulophidae (eulopid). B. vandenboschi merupakan parasitoid pupa yang dominan, ditemukan sepanjang tahun selama periode bulan Juli 1999 s.d. bulan Juni 2000 dan populasinya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kedua parasitoid yang lain. Tingkat parasitasi B. vandenboschi, O, incisi dan eulopid pada pupa lalat buah masing-masing berkisar antara 18,6 - 43,9%, 0 - 0,42%, 0 -1,27% selama periode satu tahun dari bulan Juli 1999 sampai bulan Juni 2000. Berdasarkan basil tersebut, B. vandenboschi merupakan parasitoid utama yang mengatur populasi lalat buah (B. carambolae). Kepadatan puparium berfluktuasi sepanjang tahun dan fluktuasinya dari waktu ke waktu tidak terkait secara signifikan dengan kelimpahan buah belimbing di lapangan. Hubungan antara populasi imago lalat buah dengan kelimpahan buah belimbing di lapangan juga tidak signifikan. Hasil tersebut di atas membuktikan bahwa fluktuasi populasi lalat buah tidak terpengaruh secara nyata oleh kelimpahan buah di lapangan, hal tersebut kemungkinan karena kisaran kelimpahan buah selama perioda satu tahun masih dalam kisaran daya dukung untuk lalat buah. Hubungan antara kandungan protein buah belimbing dengan kemunculan imago dan antara kandungan protein dengan jumlah puparium mempunyai korelasi yang tidak signifikan. Hubungan antara kandungan protein buah dengan periode hidup lalat buah mempunyai korelasi yang signifikan. Korelasi-korelasi positif, yang berarti bahwa kemunculan imago, jumlah puparium dan periode hidup lalat buah meningkat dengan kandungan protein buah belimbing. Hubungan antara populasi imago lalat buah dengan kelimpahan buah menunjiikkan korelasi yang tidak signifikan. Walaupun demikian hubungan tersebut menunjukkan korelasi yang positif, yang mengindikasikan bahwa batasan besarnya populasi lalat buah ditemukan oleh keberadaan blab sedangkan fluktuasinya diatur oleh parasitoidnya. Fluktuasi populasi lalat buah (B. carambolae) selalu diikuti oleh fluktuasi populasi parasitoid (B. vandenboschi). Selain itu kelimpahan populasi lalat buah (generasi t) berkorelasi positif dengan suhu udara di lokasi tersebut yang mendedah generasi induknya (t-1). Dapat disimpulkan bahwa buah belimbing berperan sebagai faktor pembatas besarnya populasi lalat buah serta hubungan tergantung-kepadatan parasitoid pads lalat buah mengakibatkan populasi lalat buah berfluktuasi di sekitar garis keseimbangannya. B. vandenboschi merupakan parasitoid pupa lalat buah yang dominan di perkebunan belimbing, TPPTP Subang dan merupakan parasitoid penting dalam mengatur populasi lalat buah (B. carambolae). Dinamika populasi parasitoid mengikuti dinamika populasi lalat buah. Populasi lalat buah secara signifikan meningkat mengikuti fluktuasi suhu udara.