Article Details

ENZIM SELULOLITIK PADA BAKTERI Pseudomonas alcaligenes PaAf-18

Oleh   Ramlan Silaban (NIM 311 92 003)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Promotor : Soekeni Soedigdo, Ph.D, Prof. ; Ko-Promotor: Achmad Saifuddin Noer, Ph.D. ; Ko-Promotor: Rochestri Sofyan Dr. Scanner: Alice Diniarti; 2008-01-12.
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : Pseudomonas alcaligenes PaAf-18 ; Cellulolytic enzymes; enzym.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice D  
File : 8 file
Tanggal Input : 2017-09-27 15:45:35

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-BAB 1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-BAB 2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-BAB 3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-BAB 4.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-BAB 5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-BAB 6.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1999 DIS PP RAMLAN SILABAN 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


Abstrak: Enzim selulolitik adalah enzim yang mengkatalisis pemutusan ikatan (3- 1,4 glikosidik molekul selulosa dan turunannya. Ada beberapa macam enzim selulolitik diantaranya aviselase, CMCase dan selulase dan dihasilkan oleh mikroba selulolitik yang hidup di alam, baik secara bebas maupun di dalam tubuh hewan. Beberapa publikasi menunjukkan bahwa mikroba pengurai selulosa dapat menguraikan turunan selulosa, sedangkan pengurai turunan selulosa belum tentu dapat menguraikan selulosa. Untuk mengisolasi mikroba selulolitik, umumnya selulosa digunakan sebagai sumber karbon dan bukan turunan selulosa, namun belum dijelaskan turunan selulosa mana yang dimaksud. Menurut literatur, enzim selulolitik yang dihasilkan oleh satu jenis mikroba disandi oleh gen-gen yang berbeda, baik dalam hal jumlah pasangan basa maupun urutan nukleotidanya. Di samping itu, ekspresi gen penyandi enzim selulolitik dipengaruhi oleh ketersediaan bahan selulosik dalam media pertumbuhannya. Meskipun demikian, belum dijelaskan apakah gen-gen penyandi enzim selulolitik berinteraksi pada proses biosintesis enzim selulolitik. Jika mikroba pengurai turunan selulosa dapat menguraikan selulosa dan pengurai selulosa dapat menguraikan turunan selulosa, bahkan enzim-enzim selulolitik dapat diproduksi secara bersama dalam satu preparat enzim, ini menunjukkan bahwa ada interaksi antara gen-gen penyandi enzim selulolitik pada proses biosintesis enzim selulolitik. Adanya interaksi antara gen-gen penyandi enzim selulolitik pada proses ekspresinya perlu diteliti sebagai salah-satu upaya mengungkap bagaimana biosintesis enzim selulolitik dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana enzim-enzim selulolitik diproduksi oleh suatu mikroba selulolitik. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, dilakukan eksperimen dengan penahapan sebagai berikut: (1). Mengisolasi mikroba selulolitik dengan menggunakan CMC sebagai satu-satunya sumber karbon dalam media isolasi dan sebagai sumber mikroba digunakan saluran pencernaan bekicot Achatina fulica (FER). (2). Menumbuhkan mikroba isolat pada tiga jenis media agar yang bahan selulosiknya berbeda sebagai satu-satunya sumber karbon, yaitu avisel, CMC dan selulosa. (3). Menumbuhkan mikroba isolat pada media fermentasi yang mengandung selulosa sebagai substrat, enzim selulolitik diisolasi, dimurnikan kemudian dikarakterisasi.

Cari