Article Details

PENGARUH BENZO(a)PIRENA DAN 7,12-DIMETILBENZ(a)ANTRASENA TERHADAP TURBELLARIA

Oleh   Mulyadi
Kontributor / Dosen Pembimbing : Promotor : P. Soedigdo, ; Ko-Promotor: Soekeni Soedigdo, Dr.,Prof. Scanner: Alice Diniarti; 2008-01-08.
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : benzo(a)pyrene (BP) , 7,12-dimethylbenz(a)anthracene (DMBA) , Turbellaria.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice D  
File : 7 file
Tanggal Input : 2017-09-27 15:45:34

Generic placeholder image
1982 DIS PP MULYADI 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1982 DIS PP MULYADI 1-BAB 1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1982 DIS PP MULYADI 1-BAB 2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1982 DIS PP MULYADI 1-BAB 3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1982 DIS PP MULYADI 1-BAB 4.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1982 DIS PP MULYADI 1-BAB 5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
1982 DIS PP MULYADI 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


Abstrak: Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh benzo(a)pirena (BP) dan 7,12-dimetilbenz(a)antrasena (DMBA) terhadap Turbellaria. Seperti diketahui, Turbellaria termasuk golongan Protostoma yang paling sederhana. Hewan ini dapat dikembang-biakkan dengan balk di laboratorium pada 250C dengan menggunakan media perturnbuhan yang cocok, dan den as rnengindari :goncangan. Pada penelitian selanjutnya didapatkan bahwa BP seperti juga halnya dengan DMBA tidak { berpengaruh terhadap morfologi Turbellaria. Sebaliknya 7-hidroksimetil-12-metilbenz(a)antrasena yang dikenal sebagai ultimate carcinogen mempengaruhi morfologi hewan percobaan tersebut. Senyawa yang terakhir ini dapat dibentuk dari DMBA dalam jaringan hewan yang mempunyai sitokrom P-450. Sitokrom ini pegang peranan panting dalam proses pengubahan tersebut. Penelitian lebih lanjut menghasilkan bahwa sitokrom P-450 ternyata tidak terdapat dalam Turbellaria, maka hal ini dapat menerangkan mengapa BP dan DMBA tidak aktif. Selanjutnya harus diperhatikan bahwa kelainan morfologi tersebut hilang setelah 11 hers. Hal ini mungkin disebabkan karena Turbellaria mempunyai Jaya regenerasi yang hebat yang nampaknya sangat erat hubungannya dengan mekanisme perbaikan yang efisien pada DNA yang mengalami kelainan.