Article Details

ESTIMASI PRECIPITABLE WATER DI LAPISAN TROPOSFER DENGAN GPS ( STUDI KASUS DAERAH BANDUNG )

Oleh   Muhamad Iid Mujtahiddin (NIM 128 02 016)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing 1: Bayong Tjasyono H,Prof. Dr, DEA Pembimbing 2: Wedyanto Kuntjoro,Dr. Ir, M.Sc
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Meteorologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : GPS, Precipitable water, Zenith wet delay
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 7 file
Tanggal Input : 2017-09-27 11:45:44

Generic placeholder image
2007 TA PP MUHAMAD IID MUJTAHIDDIN 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP MUHAMAD IID MUJTAHIDDIN 1-BAB1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP MUHAMAD IID MUJTAHIDDIN 1-BAB2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP MUHAMAD IID MUJTAHIDDIN 1-BAB3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP MUHAMAD IID MUJTAHIDDIN 1-BAB4pdf.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP MUHAMAD IID MUJTAHIDDIN 1-BAB5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP MUHAMAD IID MUJTAHIDDIN 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


Abstrak: Uap air di atmosfer memegang peranan yang sangat penting karena berperan dalam keseimbangan energi, proses dinamik dan termodinamik dalam sistem iklim, peramalan cuaca, dan sebagai pemelihara proses-proses cuaca. Terdapat suatu hubungan antara Precipitable Water (PW) dengan suatu besaran yang disebut dengan ZWD (zenith wet delay) yang merupakan komponen basah dari bias troposfer dalam penentuan posisi dengan GPS. Nilai PW didapatkan dengan menggunakan faktor numerik k yang besarnya 0,15. Adanya hubungan yang positif antara nilai PW yang didapatkan dengan nilai kelembaban relatif (RH) yang di ambil dari 2 stasiun pengamatan meteorologi yaitu stasiun meteorologi ITB dan stasiun LANUD Husein Sastra Negara dengan melakukan pendekatan secara kualitatif disamping melakukan pendekatan kuantitatif, dimana koefisien korelasi untuk titik ITB pada 2 September bernilai 0,3 dan tanggal 14 November sebesar 0,6 sedangkan pada titik Husein nilai koefisien korelasi pada tanggal 2 September 2001 sebesar 0,53 dan pada tanggal 14 November sebesar 0,46. Nilai koefisein korelasi yang didapatkan kurang efektif karena menggunakan data RH permukaan. Hal ini dikarenakan nilai RH dipengaruhi oleh tekanan uap air dan tekanan uap air akan menjadi kering di permukaan dan lembab di atasnya yang dipengaruhi oleh faktor temperatur. Secara umum nilai PW terkecil berada pada daerah utara pengamatan sedangkan nilai terbesar berada pada daerah sebelah timur, selatan dan tenggara. Karakteristik uap air di kota Bandung lebih dipengaruhi oleh faktor topografi yang dikelilingi oleh pegunungan, dan kondisi meteorologi lokal.