Article Details

SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLI(ESTER-URETAN) DARI PREPOLIMER SENYAWA LAKTON DENGAN 4,4-DIFENILMETANA DIISOSIANAT

Oleh   M. Hasan (NIM 30501017)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing: Susanto Imam Rahayu, Prof., Ph.D. Ko-Pembimbing 1: Cynthia L. Radiman, Dr.Ing. Ko-Pembimbing 2: I Made Arcana, Dr. Scan: Arnaz Driyastika M. (2008-01-08)
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : prepolymer, lactone compound
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 8 file
Tanggal Input : 2017-09-27 15:45:35

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-BAB1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-BAB2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-BAB3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-BAB4a.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-BAB4b.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-BAB5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2006 DIS PP M. HASAN 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


ABSTRAK: Bahan polimer yang dapat terbiodegradasi di alam dapat dibuat melalui blending antara polimer sintetik yang sukar terbiodegradasi dengan polimer alam atau modifikasi struktur polimer sintetik yang sukar terbiodegradasi melalui pembentukan kopolimer. Beberapa polimer yang dapat terbiodegradasi di alam, seperti polihidroksibutirat (PHB), polikaprolakton (PCL), polivalerolakton (PVL), dan poliasamlaktat (PLA), dapat disintesis baik melalui polimerisasi pembukaan cincin monomer lakton dengan beberapa jenis katalis maupun melalui fermentasi (biosintesis). Masalah yang terjadi pada biosintesis adalah tidak dapat mengontrol struktur kimia polimer yang dihasilkan, karena pada sintesis secara fermentasi/mikrobial hanya menghasilkan struktur isotaktik dengan konfigurasi R 100 %. Melalui pembukaan cincin senyawa lakton dapat menghasilkan poliester dengan rendemen yang tinggi, akan tetapi memiliki berat molekul yang relatif rendah, sehingga masih sangat terbatas penggunaannya.