Article Details

AUDIT SISTEM INFORMASI UNTUK MENILAI PROSES PENYAMPAIAN DAN DUKUNGAN (DELIVERY AND SUPPORT) DALAM PELAYANAN INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT STUDI KASUS : PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK. R & D CENTER

Oleh   Bambang Djatmiko (NIM 235 04 012)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing : Harlili, Dra, M.Sc.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : STEI - Informatika
Fakultas : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Subjek :
Kata Kunci : IT, COBIT, IS audit, maturity, delivery and support, SWOT.
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 8 file
Tanggal Input : 2017-09-27 15:37:08

Abstrak: Sama halnya seperti aset organisasi lainnya, sistem informasi (SI) membutuhkan pengelolaan. Agar dapat dikelola maka SI harus dapat dikendalikan. Pengendalian memberikan jaminan yang memadai pada pihak manajemen bahwa unit SI telah berjalan sesuai dengan sasaran bisnis organisasi. Setiap proses SI yang akan dikendalikan membutuhkan pengukuran. Ukuran ini mengindikasikan kinerja SI dalam mencapai sasaran kendali dan memudahkan pihak manajemen untuk melakukan perbaikan terhadap kinerja SI. Audit SI merupakan wujud dari pengendalian tersebut. COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan salah satu standar audit SI yang memadukan pandangan bisnis dan Teknologi Informasi (TI) dalam kerangka kerjanya. Sebagai model untuk organisasi SI, maka COBIT memuat kendali yang sifatnya generik. Tesis ini mengembangkan model audit yang dapat digunakan untuk menilai proses penyampaian dan dukungan pelayanan informasi pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. R and D Center. Penilaian tersebut dilakukan melalui kendali dan indikator kinerja yang merupakan hasil ekstraksi dari COBIT domain DS (delivery and support), disesuaikan dengan kondisi sistem informasi PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk R and D Center. Berdasarkan model tersebut, sebuah kuesioner akan dibentuk untuk mengidentifikasi tingkat maturity PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk R and D Center. Model IT Governance dan model audit ini dimaksudkan untuk membuat pemetaan proses penyampaian dan dukungan terhadap tingkatan model maturity. Model maturity adalah alat untuk mengukur seberapa baik proses-proses sistem informasi berkembang. Dengan model maturity manajemen dapat mengukur posisi proses sistem informasi yang sekarang dan menilai hal yang diperlukan untuk meningkatkannya. Model maturity terdapat pada setiap proses sistem informasi. Alat yang digunakan untuk memetakan posisi proses sistem informasi adalah dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner dibuat dengan menggunakan teknik pengukuran ordinal dengan skala likert. Berdasarkan hasil pengelolaan interview dan kuesioner yang berkaitan dengan proses TI yang mengacu standar COBIT, menunjukkan pencapaian tingkatan current maturity perusahaan untuk DS1, DS3, DS5, DS7, DS11, dan DS12 mencapai tingkat 3 (defined) artinya bahwa perusahaan melaksanakan proses TI dalam mengelola sistem informasi perusahaan mencapai tarap didokumentasikan dengan baik dan dikomunikasikan kepada pemakai yang membutuhkan dan berhak atas informasi, DS2, DS4, DS8, DS9, DS10, dan DS13 mencapai tingkat 2 (repeatable) artinya perusahaan melaksanakan proses TI standar sistem informasi perusahaan digunakan berulang pada aktivitas yang sama dan unit organisasi yang berbeda dengan mengikuti pola yang teratur, sedangkan DS6 mencapai tingkat 4 (managed) artinya bahwa sistem informasi perusahaan melaksanakan proses TI dalam mengelola sistem informasi perusahaan mencapai pada pengukuran dan pemantauan terhadap kepatuhan prosedur. Dari pencapaian tersebut diukur berdasarkan maturity, CSF, KPI, dan KGI yang menunjukkan bahwa manajemen organisasi harus melakukan pengendalian secara kondusif dan komperehensif pada setiap proses TI dan fungsi sistem informasi perusahaan, karena dibutuhkan keseimbangan pengelolaan teknologi informasi dan sistem informasi perusahaan yang berorientasi pada layanan kebutuhan pemakai. Selanjutnya untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan perusahaan berdasarkan audit dari COBIT dibuatlah daftar analisis SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats). Dari analisis SWOT dapat diketahui kekuatan perusahaan yaitu karyawan sudah terbiasa menggunakan infrastruktur komputer dan tersedianya fasilitas internet, intranet dan kelemahan perusahaan yaitu Manajer dan pengelola IT tidak melakukan pengelolaan bersama-sama dalam mengelola sumberdaya IT dan infrastruktur IT secara berkesinambungan.