Article Details

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN ESTIMASI CADANGAN HIDROKARBON PADA FORMASI KEUTAPANG BAGIAN BAWAH, LAPANGAN EILA, CEKUNGAN SUMATRA UTARA

Oleh   Bondan Novanis Punto Aji [12017076]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Dardji;Mika Rizki Puspaningrum, S.Si., M.T., Ph.D.;Wahyu Probo Ananto, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Subjek : Geology, hydrology & meteorology
Kata Kunci : Asosiasi fasies, Cekungan Sumatra Utara, estimasi cadangan hidrokarbon, Formasi Keutapang Bagian Bawah, karakterisasi reservoir, litofasies, pemetaan geologi bawah permukaan, petrofisika, stratigrafi sikuen.
Sumber : FITB
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Alice Diniarti
File : 1 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Lapangan Eila merupakan lapangan minyak dan gas bumi lepas pantai yang terletak di Cekungan Sumatra Utara, Provinsi Sumatra Utara, dengan luas sekitar 25 km2. Fokus penelitian berada pada interval SB2-FS3 di Lapangan Eila yang termasuk bagian dari Formasi Keutapang Bagian Bawah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tatanan geologi, melakukan karakterisasi reservoir, dan mengestimasi cadangan hidrokarbon pada interval SB2-FS3. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sumur yang mencakup rangkuman deskripsi batuan inti, deskripsi keratan bor, log tali kawat, data DST, dan data seismik 2D. Pengolahan data dilakukan dengan analisis stratigrafi sikuen, analisis fasies dan lingkungan pengendapan, analisis petrofisika, pemetaan geologi bawah permukaan, serta estimasi cadangan hidrokarbon. Hasil analisis stratigrafi sikuen menunjukkan interval penelitian yang terletak pada SB2-FS3 merupakan endapan LST/TST dan HST. Interval SB2-FS3 dibagi menjadi empat reservoir berdasarkan parasikuennya, yaitu: Reservoir A (SB2-MFS2), Reservoir B (MFS2-FS2), Reservoir C (FS2-SB3), dan Reservoir D (SB3-FS3). Hasil analisis fasies berdasarkan deskripsi batuan inti dan keratan bor pada interval SB2-FS3, menunjukkan empat litofasies, yaitu Smf, Sfvf, Swl, dan Fsm yang menyusun tiga asosiasi fasies berupa tidal channel, tidal flat, dan tidal sand bar. Ketiga asosiasi fasies menyusun lingkungan pengendapan berupa estuarin dominasi pasang surut air laut. Hasil analisis petrofisika menunjukkan interval penelitian memiliki nilai rata-rata volume serpih 0,08-0,26; porositas efektif 0,19-0,26; saturasi air 0,73-0,82. Nilai batas pancung volume serpih 0,47; porositas efektif 0,145; saturasi air 0,84. Hasil interpretasi seismik menunjukkan terdapat struktur antiklin berarah barat laut–tenggara yang menjadi perangkap hidrokarbon utama dan dipotong oleh beberapa sesar normal berarah timur laut-barat daya. Hasil estimasi cadangan hidrokarbon menghasilkan cadangan OGIP sebesar 30,56 BSCF dan OOIP sebesar 1,19 MMSTB.