Article Details

ANALISIS SISTEM PENYALIRAN PADA AREA LUBANG BEKAS TAMBANG (VOID) PIT ON2 TIMUR SITE LATI MINE OPERATION PT BERAU COAL, KALIMANTAN TIMUR

Oleh   Muhammad Salam Aditya Afridol [12118055]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Ginting Jalu Kusuma, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Pertambangan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
Subjek :
Kata Kunci : Hidrograf SCS, Sarana Penyaliran, Saluran Terbuka, Elevasi Discharge
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani  
File : 8 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Generic placeholder image
BAB 1 Muhammad Salam Aditya Afridol

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Muhammad Salam Aditya Afridol

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Muhammad Salam Aditya Afridol

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Muhammad Salam Aditya Afridol

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Muhammad Salam Aditya Afridol

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 6 Muhammad Salam Aditya Afridol

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
PUSTAKA Muhammad Salam Aditya Afridol

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Karakteristik dari kegiatan pertambangan khususnya batubara adalah terdapat perubahan lahan yang berpotensi untuk membentuk lubang bekas tambang yang disebut dengan istilah void. Void merupakan salah satu area pascatambang yang memiliki kemampuan dalam menampung air. Pit ON2 berlokasi di site Lati yang merupakan area pascatambang dan didalamnya terdapat Void ON2 Timur. Sistem penyaliran pada area Void ON2 Timur perlu dirancang untuk mengelola kuantitas air limpasan permukaannya sesuai dengan tujuan kegiatan pascatambang. Perancangan dimulai dengan menganalisis data hujan pada Pit ON2 Site Lati pada periode 2012-2022 menggunakan distribusi Gumbell sehingga mendapatkan intensitas hujan rencana durasi pendek dengan periode ulang tertentu. Catchment area dianalisis dari data topografi berdasarkan arah aliran air permukaan. Debit puncak pada catchment area ditentukan dengan menggunakan metode hidrograf SCS (Soil Conservation Service). Dari hasil pengolahan data tersebut akan dirancang sarana penyaliran pada catchment area void dan outlet dari Void ON2 Timur. Dengan analisis data hujan dan intensitas sebesar 11,41 mm/jam serta luasan catchment area sebesar 2,6 km2 didapat debit inlet Void ON2 Timur sebesar 1,6 m3/s. Untuk mengatasi debit inlet sebesar itu dirancang perimeter drainage inlet dengan rentang dimensi lebar bawah x tinggi : saluran terbuka kategori 1 (0,3 x 0,5) m ; saluran terbuka kategori 2 (1 x 1,2) m ; saluran terbuka kategori 3 (1,2 x 1,5) m. Untuk memenuhi debit discharge yang direncanakan sebesar 0,5 m3/s diperlukan kapasitas retensi sebesar 144.840 m3. Mempertimbangkan kondisi void pada elevasi antara 36 mdpl hingga 39 mdpl, opsi discharge pada elevasi 36 mdpl dan kenaikan muka air void sebesar 2,24 m terpilih untuk memenuhi kapasitas retensi tersebut. Sebagai kelengkapan sarana penyaliran discharge diperlukan tanggul dengan lebar dasar sebesar 0,3 m dan lebar dasar kanal sebesar 1 m.