Article Details

IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN PARIWISATA DANAU DI SITU CIBURUY, KECAMATAN PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT MENURUT PRINSIP 4A (ATTRACTION, AMENITY, ACCESSIBILITY, ANCILLARY) DAN PREFERENSI CALON WISATAWAN

Oleh   Gandhi Mardiansyah [15417081]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Alhilal Furqan, B.Sc., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Area planning
Kata Kunci : Situ Ciburuy, pariwisata, perkembangan, Prinsip 4A, preferensi
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 8 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Generic placeholder image
ABSTRAK Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 1 Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 2 Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 5 Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
PUSTAKA Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
LAMPIRAN Gandhi Mardiansyah

Terbatas
» ITB


Situ Ciburuy merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Bandung Barat berupa danau buatan yang menyajikan sejumlah daya tarik dengan lokasi yang strategis. Namun begitu, jumlah pengunjung Situ Ciburuy masih kalah bersaing dari objek-objek wisata lainnya di kabupaten yang sama. Untuk dapat meningkatkan daya saingnya, diperlukan sebuah penelitian untuk mengetahui perkembangan kepariwisataan di danau tersebut. Perkembangan kepariwisataan suatu objek wisata dilihat dari kondisi objek wisata itu sendiri dan preferensi masyarakat sebagai calon wisatawan dalam memilih danau sebagai tujuan wisata. Analisis yang digunakan untuk mengetahui kondisi objek wisata Situ Ciburuy bersifat kualitatif dengan meninjau Prinsip 4A (Attraction, Amenity, Accessibility, dan Ancillary). Kemudian, analisis yang digunakan untuk mengetahui preferensi calon wisatawan bersifat kuantitatif dengan meninjau kecenderungan selera terhadap produk wisata yang diminati oleh masyarakat. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, Situ Ciburuy memiliki keseluruhan dari empat komponen dalam Prinsip 4A. Akan tetapi, terdapat persoalan yang melingkupi keempat komponen tersebut. Di sisi lain, Situ Ciburuy memiliki potensi kepariwisataan yang dapat dikembangkan sesuai dengan selera calon wisatawan dalam memilih danau sebagai tujuan wisata. Dengan begitu, Situ Ciburuy diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan mampu bersaing dengan objek-objek wisata lainnya.