Article Details

KARAKTERISASI MINYAK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN EVALUASI DALAM FORMULASI KRIM KRISTAL CAIR

Oleh   Bintan Kamilah [10718083]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Tri Suciati, M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi
Subjek :
Kata Kunci : minyak biji kelor, kristal cair, asam lemak, lamelar, pH
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Menjaga kesehatan kulit sangat penting bagi manusia. Kulit sehat salah satunya ditandai dengan nilai pH kulit pada rentang 4,5-5,8. Nilai pH kulit dipengaruhi oleh faktor eksogen dan endogen, seperti jumlah keringat berlebih yang menyebabkan pH meningkat atau kandungan dalam produk kulit yang menyebabkan pH kulit mnenurun. Jika pH kulit tidak berada dalam rentang yang normal, akibatnya kulit akan kering atau mudah timbul infeksi pada kulit. Minyak biji kelor mengandung asam lemak yang berfungsi sebagai bahan emolien dengan fungsi skin barrier. Struktur pada sistem kristal cair memberi sifat proteksi, menghidrasi dan stabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik pada minyak biji kelor dan hasil evaluasi pada formulasi sediaan krim LC yang mengandung minyak biji kelor. Pada minyak biji kelor dilakukan penentuan densitas, kandungan asam lemak, dan aktivitas antioksidan menggunakan metoe DPPH. Pembuatan krim kristal cair dilakukan berdasarkan optimasi pengembangan formula LC ekstrak daun dan minyak biji kelor pada penelitian sebelumnya. Sediaan yang telah dibuat dievaluasi dengan menguji pH sediaan, daya sebar, aktivitas antioksidan, dan dilakukan karakterisasi sediaan menggunakan mikroskop polarisasi. Sediaan diuji kepada 10 relawan menggunakan skin-pH-meter. Minyak biji kelor pada formulasi krim LC memiliki densitas 0,914 ± 0,03 g/mL, nilai IC50 sebesar 56 ± 4,39 µg/mL, dan kandungan asam oleat tinggi sebesar 70,2-75,43%. Pada sediaan LC terbentuk pola maltese crosses. Sediaan memiliki nilai pH 6,83 ± 0,21, daya sebar sebesar 7,22 ± 0,63 cm, dan nilai IC50 sebesar 49,35 ± 5,83 µg/mL. Sediaan yang diaplikasikan pada kulit relawan selama 6 minggu menyebabkan pH kulit meningkat mendekati pH 5.