Article Details

EFEK ANTIDIARE FRAKSI DAUN LAMPENI ( ARDISIA ELLIPTICA. THUNB ) DAN PENGUJIAN AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE

Oleh   Elsa Oktavia Siahaan [11618035]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. apt. Afrillia Nuryanti Garmana, S.Si., M.Si.;Dr. apt. Rika Hartati, M.Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Farmasi Klinik dan Komunitas
Fakultas : Sekolah Farmasi
Subjek :
Kata Kunci : Ardisia elliptica Thunb, fraksi, antidiare, antibakteri, KHM, KBM, Escherichia coli, Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Pseudomonas aeruginosa
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan secara global, regional dan nasional terutama di negara berkembang seperti di Indonesia. Penyakit diare merupakan penyakit mematikan kedua pada anak-anak di bawah lima tahun. Setiap tahunnya sekitar 525.000 anak meninggal akibat diare. Diare merupakan kejadian buang air besar dengan konsistensi lebih cair serta frekuensi sebanyak tiga kali sehari atau lebih dalam periode 24 jam. Diare terbagi menjadi dua golongan yaitu diare infeksius ( disebabkan oleh bakteri, virus maupun parasit) dan noninfeksius (tidak disebabkan oleh bakteri, virus maupun parasit). Obat bahan alam dapat dimanfaatkan dalam pengobatan diare. Daun lampeni digunakan secara tradisional dan ekstraknya sudah terbukti memiliki efek antidiare. Akan tetapi, fraksi /senyawa aktif yang berperan sebagai antidiare dan antibakteri belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek antidiare dari fraksi daun lampeni secara in vivo dan menguji aktivitas antibakterinya secara in vitro. Pengujian secara in vivo dilakukan pada mencit yang diinduksi diare dengan pemberian minyak jarak sedangkan pengujian antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode mikrodilusi. Hasil pengujian secara in vivo menunjukkan bahwa fraksi n-heksana dapat menurunkan konsistensi feses pada jam ke-0 hingga ke-1 dan jam ke-1 hingga ke-2 . Fraksi etil asetat dan air dapat menurunkan konsistensi feses pada jam ke-0 hingga ke-1, jam ke-1 hingga ke-2 dan jam ke-2 hingga ke-3. Fraksi n-heksana dan etil asetat menurunkan frekuensi defekasi pada jam 0-1. Ketiga fraksi daun lampeni tidak dapat menurunkan bobot feses. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) fraksi nheksana terhadap semua bakteri adalah 25.000 ppm. KHM fraksi etil asetat terhadap Escherichia coli (E.coli), Salmonella typhi (S.typhi), Shigella dysenteriae (S. dysenteriae) dan Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) berturut-turut sebesar 12.500 ppm, 12.000 ppm, 25.000 ppm dan 50.000 ppm. KHM fraksi air pada Pseudomonas aeruginosa 50.000 ppm sedangkan pada ketiga bakteri uji lainnya sebesar 12.500 ppm. Nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi n-heksana pada Pseudomonas aeruginosa adalah 25.000 ppm. KBM fraksi etil asetat terhadap Salmonella typhi dan Pseudomonas aeruginosa adalah 50.000 ppm sedangkan KBM fraksi air terhadap semua bakteri uji adalah >50.000 ppm. Fraksi n-heksana, etil asetat dan air memiliki efek antidiare pada model hewan diare. Ketiga fraksi yang diuji tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap terhadap S. dysenteriae, S. typhi, E. coli, dan P. aeruginosa.