Article Details

KAJIAN PERKEMBANGAN GUNA LAHAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEBENCANAAN DI SWK ARCAMANIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP RENCANA DETAIL TATA RUANG

Oleh   Afra Izzati Kamili [15418059]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Other social problems & services
Kata Kunci : LanduseSim, Perkembangan Guna Lahan, SWK Arcamanik, Regresi Logistik Biner, Rencana Detail Tata Ruang
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 8 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Generic placeholder image
ABSTRAK Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 1 Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 2 Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 5 Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
PUSTAKA Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
LAMPIRAN Afra Izzati Kamili

Terbatas
» ITB


Selama beberapa tahun terakhir, perkotaan global, termasuk di Indonesia, mengalami perkembangan cukup pesat diiringi adanya isu kebencanaan dan lingkungan. Di Kota Bandung, penduduk berkembang dengan pesat di SWK Arcamanik. Disisi lain, SWK Arcamanik memiliki risiko terhadap bencana alam yang tinggi serta diarahkan untuk memiliki peran penjagaan ruang terbuka hijau Kota Bandung yang saat ini jauh berada di bawah target. Adanya perkembangan yang sangat dinamis memiliki risiko terhadap ancaman kebencanaan serta potensi konflik dengan rencana yang ada, sehingga perlu diidentifikasi perkembangan guna lahan dengan mempertimbangkan kebencanaan di SWK Arcamanik serta implikasinya terhadap Rencana Detail Tata Ruang. Tren perkembangan guna lahan dilihat dengan melakukan overlay pada peta tata ruang di dua tahun yang berbeda. Kemudian untuk melihat perkembangan di masa depan, ditentukan faktorfaktor pendorong perubahan guna lahan pada setiap jenis zona dengan analisis regresi logistik biner terhadap 16 faktor yang diduga berpengaruh. Faktor-faktor tersebut akan dijadikan input untuk pemodelan spasial guna lahan di tahun 2034 menggunakan aplikasi LanduseSim dengan skenario tren dan skenario mempertimbangkan bencana. Peta hasil proyeksi guna lahan tahun 2034 kemudian dibandingkan dengan rencana pola ruang dan didapatkan ketidaksesuaian sebesar 37% jika dibandingkan dengan skenario tren serta 43% jika dibandingkan dengan skenario yang mempertimbangkan bencana. Ketidaksesuaian yang cukup tinggi menggambarkan rencana yang ditetapkan belum mempertimbangkan tren perkembangan lahan serta ancaman kebencanaan yang ada. Untuk mewujudkan perencanaan tata ruang SWK Arcamanik yang lebih berkelanjutan, diperlukan perencanaan berbasis pemodelan spasial berdasarkan tren perkembangan dengan mempertimbangkan risiko kebencanaan.