Article Details

STUDI ADAPTASI FISIOLOGIS MANUSIA DALAM KONDISI LUAR BUMI: METABOLISME TUBUH MANUSIA DALAM LINGKUNGAN BERTEMPERATUR EKSTREM

Oleh   Meylanie Diah Cipnia Putri [10318044]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dra. Premana Wardayanti Premadi, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Astronomi
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Subjek :
Kata Kunci : Temperatur, laju aliran energi, metabolisme, eksplorasi, kolonisasi
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 22 Sep 2022

Manusia memiliki hubungan yang sangat erat dengan lingkungan. Bentuk dari interaksi manusia dan lingkungan ada berbagai macam, salah satunya adalah pertukanarn energi. Pertukaran energi dari manusia ke lingkungan dan sebaliknya berkaitan dengan laju pembangkitan daya di dalam tubuh manusia. Temperatur merupakan salah satu parameter fisis yang mempengaruhi laju aliran panas tersebut. Metabolisme adalah salah satu proses di tubuh manusia yang sejalan dengan proses konservasi energi. Masukan energi dari makanan dan oksigen digunakan oleh tubuh manusia untuk melakukan banyak hal dan tubuh menghasilkan panas. Laju aliran panas yang ada di tubuh manusia berhubungan erat dengan temperatur tubuh dan temperatur lingkungan. Tubuh manusia memiliki mekanisme dalam regulasi temperatur, tubuh dapat beradaptasi dengan baik pada suatu rentang temperatur tertentu, di luar rentang tersebut manusia perlu melakukan usaha ekstra untuk mempertahankan temperaturnya agar tetap normal. Perubahan laju metabolisme menyebabkan adanya kenaikan atau penurunan temperatur tubuh manusia Saat ini, eksplorasi dan kolonisasi tempat lain di luar Bumi marak dibicarakan. Berkaitan dengan metabolisme tubuh manusia, penelitian mengenai temperatur tempat lain di luar Bumi menjadi suatu hal penting yang perlu dipelajari karena berdampak pada laju metabolisme tubuh manusia. Penelitian Tugas Akhir ini berfokus pada dampak temperatur lingkungan yang ekstrem di tempat lain di luar Bumi pada laju metabolisme dan temperatur tubuh manusia. Berdasarkan hasil hitungan dari pemodelan sederhana ini, dihitung estimasi linier durasi maksimal manusia dapat bertahan di tempat lain di luar Bumi yang tempertayrnya amat berbeda dari temperatur rata-rata Bumi.