Article Details

PENGARUH LAJU ALIR GAS UMPAN TERHADAP BEBAN KERJA PERALATAN DALAM UNIT PENGHILANGAN SENYAWA SULFUR PADA PABRIK PENGOLAHAN GAS

Oleh   Aditya Nurfebriartanto [23020013]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Antonius Indarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Teknik Kimia
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri
Subjek : Chemical engineering
Kata Kunci : senyawa sulfur, pompa sirkulasi, absorpsi, rentang operasi, weeping
Sumber : Perpustakaan Teknik Kimia
Staf Input/Edit : Budi Cahyadi   Budi Cahyadi
File : 6 file
Tanggal Input : 21 Sep 2022

Metode absorpsi merupakan metode yang banyak digunakan dalam pemurnian gas alam. Unit pemisahan senyawa sulfur di PT BCD dirancang untuk menurunkan konsentrasi H2S pada gas alam dari 9957 ppm menjadi kurang dari 10 ppm. Rated capacity unit pemisahan senyawa sulfur adalah 327,1 MMSCFD, dengan turndown ratio 40%. Karena alasan operasi, laju alir gas umpan perlu diturunkan hingga 20% kapasitas desain (65,42 MMSCFD). Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku hidrodinamik kolom absorber dan sistem pendukungnya terutama pada pengoperasian di 20% kapasitas desain. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS V11 untuk mengetahui parameter operasi kolom absorber. Dengan desain peralatan saat ini, weeping terjadi pada laju alir gas umpan 28% desain (91,59 MMSCFD). Pada laju alir gas umpan 28% desain, batasan weeping sudah mencapai kapasitas minimum wash water pump, yaitu 78 gpm. Untuk dapat beroperasi di gas umpan 20% desain tanpa terjadi weeping, laju alir wash water tidak boleh lebih dari 35 gpm. Memasang pompa dengan kapasitas 25 gpm secara paralel dengan pompa wash water dapat dijadikan salah satu opsi solusi. Pompa tersebut hanya dioperasikan pada laju alir gas umpan kurang dari 28% desain (91,59 MMSCFD).