Article Details

PENYINGKAPAN KULIT SEBAGAI REPRESENTASI EVALUASI DIRI (PENGAKUAN SHADOW)

Oleh   Fania Naomi Hutauruk [17018029]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dadang Sudrajat, S.Sn., M.Sn.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Seni Rupa Murni dan Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain
Subjek :
Kata Kunci : Penyingkapan Kulit, Representasi, Pengakuan Shadow, Simbolisme.
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 20 Sep 2022

Generic placeholder image
2022 TA PP FANIA NAOMI HUTAURUK 1.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Sebagai makhluk hidup, pengalaman manusia memainkan peranan penting dalam membentuk sikap dan perilakunya dalam bersosialisasi. Ketika menjalani hidup, manusia kerap mengatur persona yang ia tampilkan untuk memenuhi ekspektasi status dari peranan yang dimainkan dalam kehidupannya atau hanya agar merasa diterima kendati hal itu terkadang bertentangan dengan sifat dan kepribadian asli seorang individu. Kebiasaan menyangkal dan menyembunyikan perilaku, tabiat, sifat, dan cara pandang yang dipandang negatif oleh orang lain lambat laun menjadi tuntutan arbitrer dalam kehidupan bermasyarakat hingga dalam lingkup berkeluarga. Hal ini sering kali menyempitkan ruang bagi sifat lain manusia yang adalah makhluk individu; memiliki karakter yang unik dengan pikiran dan kehendak bebasnya. Namun, apakah yang akan terjadi bila kebiasaan menyangkal dan menyembunyikan apa yang dipandang negatif tersebut kemudian merestriksi dan mengungkung pergerakan diri manusia dari proses pertumbuhan dan perkembangannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Seperti pemikiran Merleau-Ponty yang beranggapan bahwa manusia perlu mengalami suatu peristiwa terlebih dahulu untuk memahaminya secara utuh, penulis menyadari bahwa mempertahankan persona lambat laun mengungkung perkembangan diri dan kebiasaan tersebut perlu diubah. Berangkat dari gagasan tersebut berserta dorongan kuat dari pengalaman kekaryaan sebelumnya, seni yang telah lama menjadi sarana menuangkan pikiran-pikiran menjadi pilihan idiom bagi penulis untuk merepresentasikan pengalamannya melalui karya lukis tugas akhir ini. Dalam proses kekaryaan tugas akhir ini, menggunakan teori psikologi Carl Jung mengenai arketipe yang berfokus pada arketipeshadowsebagai istilah untuk mendeskripsikan segala sesuatu yang sering disangkal dan dikubur penulis meliputi sifat, kepribadian, dorongan primitif, emosi negatif manusia seperti kemarahan, iri hati, keserakahan, keegoisan, hasrat, dll yang ingin diakui keberadaannya. Pendekatan seni sebagai representasi memberi peluang untuk melukiskan suatu gagasan yang dapat dimaknai lebih dari sekedar tampilan visual melalui karya, oleh karena itu seri karya lukis 2D tugas akhir ini berupaya untuk merepresentasikan pengakuan shadow secara simbolik melalui penggambaran proses penyingkapan kulit penulis dengan menggunakan cat minyak dan penambahan material lain.