Article Details

ANALISIS TINGKAT KEKERUHAN PERAIRAN PANTAI BERDASARKAN PADATAN TERSUSPENSI DI KAWASAN TELUK CILETUH, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT

Oleh   Fauzia Marwaiffah Alis [11518003]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Devi Nandita Choesin, M.Sc.;Dr. Ichsan Suwandhi, S.Hut., M.P.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Rekayasa Kehutanan
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
Subjek :
Kata Kunci : tingkat kekeruhan, TSS, total suspended solids, kualitas perairan, Geopark Ciletuh
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Irwan Sofiyan
File : 1 file
Tanggal Input : 20 Sep 2022

Padatan tersuspensi total atau total suspended solids (TSS) merepresentasikan pengukuran dari partikel organik dan mineral yang bergerak di dalam air. Pengukuran TSS juga dapat dilakukan untuk mengukur tingkat erosi, dan berhubungan dengan perpindahan nutrisi, logam, dan bahan kimia industri serta agrikultur melalui perairan. Bertambahnya kandungan TSS dapat berkontribusi dalam meningkatkan tingkat kekeruhan pada suatu perairan. Pantai Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merupakan salah satu pantai destinasi wisata di Geopark Ciletuh yang terapit oleh dua sungai. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kekeruhan pada pantai Ciletuh berdasarkan kandungan TSS pada perairannya serta untuk menilai kualitas perairan di sepanjang pantai Ciletuh. Penelitian dilakukan dengan metode gravimetri melalui pengambilan sampel air secara acak pada tiga stasiun yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantai Ciletuh memiliki perairan yang keruh dengan tingkat kekeruhan yang lebih tinggi pada kondisi air laut surut, dengan nilai rata-rata TSS sebesar 74 mg/L ketika air laut surut dan 45 mg/L ketika air laut dalam kondisi pasang. Berdasarkan baku mutu air laut, seluruh stasiun pengambilan sampel di perairan pantai Ciletuh tidak memenuhi baku mutu kategori biota laut jenis coral dan kategori wisata bahari, sedangkan untuk kategori biota laut jenis mangrove masih terpenuhi pada stasiun 1 dan 2.