digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Luhadi Satriawan
PUBLIC Alice Diniarti

Walupun jumlah kasus tumpuhan minyak global sudah menurun setiap tahunya, peristiwa ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang sangat membahayakan ekosistem. Beberapa upaya terus dilakukan untuk memisahkan tumpahan minyak dengan air. Salah satu solusinya adalah mengembangkan material fungsional pemisah air dan minyak dengan efisiensi separasi dan kecepatan penyaringan yang tinggi. Salah satu material fungsional adalah material filtrasi. Material filtrasi dasar yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari berbentuk lembaran yaitu kertas. Modifikasi permukaan kertas diperlukan untuk memisahkan dua cairan dengan polaritas yang berbeda. Dalam penelitian ini, kertas saring pemisah air dan minyak dikembangkan. Rumput jari sebagai bahan baku kertas diolah menjadi pulp dengan menggunakan metode soda api. Larutan 5% NaOH digunakan sebagai larutan pulping. Kertas rumput jari yang dihasilkan memiliki kekuatan sobek setara dengan kekuatan sobek kertas komersil yaitu 7 mN.m2/g. Dengan keunggulan tersebut, kertas berbahan baku rumput jari dikembangkan sebagai kertas pemisah air dan minyak. Modifikasi kertas rumput jari menggunakan larutan PVA(poly vinyl alcohol)/GA (glutaradehyde). GA berfungsi sebagai crosslinker antara PVA dan komponen lignoselulosa pada pemukaan kertas rumput jari. Hasil crosslink dibuktikan dengan pengukuran derajat crosslinking dan karakterisasi FTIR. Coating PVA/GA menghasilkan permukaan kertas yang bersifat hidrofob-oleofilik dengan sudut kontak air mencapai 98o. Permukaan kertas yang bersifat hidrofob-oleofilik menahan air dan memloloskan minyak melewati kertas. Coating dengan komposisi PVA/10% GA menghasilkan efisiensi separasi air dan minyak paling optimal. Sedangkan, 20 ml merupakan volume larutan PVA/GA paling optimal dan menghasilkan efisiensi separasi hingga 100% serta persentase tersebut bertahan nilainya hingga 10 kali siklus filtrasi.