Article Details

PERANCANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS MOOC UNTUK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER (PSPA) (STUDI KASUS: BERTEMAN.APT)

Oleh   Aji Setiawan [27120037]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dianing Ratri, S.Ds., M.Des., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain
Subjek :
Kata Kunci : Aplikasi, Massive open online course (MOOC), User experience, BertemanApt.
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 12 Agu 2022

Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) merupakan jenjang setelah menempuh pendidikan Kefarmasian untuk mendapatkan Sertifikat ijin dan mengucap sumpah sebagai Apoteker. Mahasiswa farmasi yang ingin masuk Prodi Profesi Apoteker harus bersaing ketat. Data hasil akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) hanya ada 46 perguruan tinggi yang membuka program studi profesi apoteker di Indonesia, hal ini membuat jumlah yang dibutuhkan sebanyak 73.280 orang tidak sebanding dengan jumlah Apoteker saat ini yaitu 53.030 orang. Berdasarkan permasalahan ini mahasiswa cenderung mencari sumber belajar tambahan atau lembaga belajar. Di sisi lain ilmu pengetahuan dan teknologi, terus berkembang salah satunya pembelajaran jarak jauh seperti massive open online course (MOOC). Namun platform MOOC yang berkembang di Indonesia seperti aplikasi Ruang Guru dan Zenius masih belum memiliki pembelajaran yang khusus bidang kefarmasian. Berteman.Apt atau “Berteman Masuk Apoteker” merupakan salah satu brand yang bergerak di bidang pendidikan sejak tahun 2019 yang berfokus pada keilmuan Apoteker. “Berteman Masuk Apoteker” memiliki kurang lebih 2400 pengguna dan memiliki produk buku yang sudah terjual sebanyak lebih dari 2500 eksemplar, sayangnya Berteman masih menggunakan platform sosial media sehingga belum terintergrasi dengan baik.Perancangan ini dilakukan untuk mengembangkan platform Berteman versi sosial media ke Platform Aplikasi sehingga dapat menyediakan pembelajaran bidang kefarmasian secara terintegrasi untuk mempersiapkan mahasiswa kefarmasian bidang profesi Apoteker. Metode perancangan ini menggunakan User Experience Lifecycle. Pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan observasi, wawancara user berteman, wawancara studi komparasi dan studi literatur. Berdasarkan data yang diperoleh pengguna Berteman.apt menyukai beberapa strategi belajar yang disampaikan oleh tutor beberapa diantaranya yakni Jembatan keledai, Bahas Kasus dan Simulasi Wawancara. Ketiga strategi belajar ini memberikan dampak positif bagi pengguna dalam belajar, sehingga strategi belajar ini dijadikan fitur utama dari luaran perancangan aplikasi Berteman.Apt. Pertama, fitur Jembatan Keledai merupakan fitur menghafal materi tentang kefarmasian dengan materi singkatan dan metode mendengarkan secara berulang. Kedua, fitur Bahas Kasus merupakan fitur memperdalam pemahaman materi kefarmasian dengan mempertimbangkan kondisi pasien dan pertanyaan secara mendalam. Ketiga, fitur Simulasi Wawancara merupakan solusi menghafalkan dan mempelajari menghadapi wawancara dengan berlatih secara mandiri dengan pertanyaan yang muncul secara acak disertai dengan reward berupa tips dan trik. Hasil dari user testing dengan tabel kriteria The UX Honeycomb Dimentions didapatkan bahwa pengguna cenderung menyukai Bahas Kasus dan Jembatan Keledai sebagai fitur yang dibutuhkan, menarik, dan mudah digunakan dalam belajar bidang Kefarmasian. Semua pengguna juga memberikan pendapat bahwa pendaftaran atau alur dari aplikasi lebih mudah dibanding proses pendaftaran yang lama. Pengguna mengungkapkan bahwa informasi yang disajikan juga dapat terbaca dengan jelas.