Article Details

PEMODELAN RESERVOIR STATIS DAN ESTIMASI VOLUME HIDROKARBON PADA FORMASI BATURAJA, DAERAH BETA CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Oleh   Elvira Anggraini Sarumaha [12016048]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Dardji;Dr. Ir. Prihadi Soemintadiredja, M.S.;Ir. Niniek Rina Herdianita, M.Sc., Ph.D.;Indra Gunawan, S.T., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Subjek :
Kata Kunci : Formasi Baturaja, Cekungan Sumatra Selatan, analisis petrofisika, pemodelan reservoir statis, volume hidrokarbon (IGIP).
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 9 file
Tanggal Input : 05 Agu 2022

Generic placeholder image
BAB 1 Elvira Anggraini Sarumaha

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Elvira Anggraini Sarumaha

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3A Elvira Anggraini Sarumaha

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3B Elvira Anggraini Sarumaha

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Elvira Anggraini Sarumaha

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Elvira Anggraini Sarumaha

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 6 Elvira Anggraini Sarumaha

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Daerah Beta merupakan daerah yang berpotensi menghasilkan gas bumi pada Formasi Baturaja, Cekungan Sumatra Selatan berdasarkan hasil data tes pada sumur eksplorasi. Secara administratif, Daerah Beta terletak di Kabupaten Ogan Komering, Provinsi Sumatra Selatan. Secara fisiografis, Daerah Beta terletak pada cekungan belakang busur Sumatra Selatan yang berumur Tersier. Studi geologi dan pemodelan reservoir difokuskan pada interval sekuen FS0-FS4 pada Formasi Baturaja yang berlitologi batugamping. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari tatanan geologi daerah penelitian, membuat model reservoir statis dan mengestimasi volume hidrokarbon di tempat. Data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari data log tali kawat, deskripsi keratan bor, laporan biostratigrafi serta seismik 3-D. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi korelasi stratigrafi sekuen, analisis petrofisika, analisis fasies dan lingkungan pengendapan, analisis biostratigrafi, pembuatan peta ketebalan, pembuatan peta struktur kedalaman, pemodelan struktur tiga dimensi, pemodelan fasies dan distribusi petrofisika, penentuan kontak fluida dan estimasi volume hidrokarbon di tempat. Penerapan metode tersebut menghasilkan gambaran kondisi geologi dan jumlah volume hidrokarbon Daerah Beta. Hasil analisis data sumur menunjukkan bahwa interval penelitian terendapkan dalam fase transgresi, tersusun dari litofasies berupa batugamping wackestone dan serpih yang menyusun asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan berupa restricted platform, open marine, platform sand shoals, dan platform margin reef. Daerah prospek di Daerah Beta dibagi menjadi tiga yang dibatasi oleh sesar. Hasil estimasi volume gas di tempat (IGIP) pada Daerah Prospek A sebesar 6 BSCF, Daerah Prospek B sebesar 50 BSCF, dan Daerah Prospek C sebesar 86 BSCF.