Article Details

PENCIPTAAN NILAI BERSAMA (KO-KREASI) OLEH PENGGUNA MUSIC STREAMING SERVICE: STUDI KASUS SPOTIFY DI INDONESIA

Oleh   Taffy Ukhtia Panduputri [29019003]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Santi Novani, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SBM - Sains Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen
Subjek :
Kata Kunci : jasa streaming, ko-kreasi, pengguna, Spotify, servis sains
Sumber :
Staf Input/Edit : Wiwik Istiyarini  
File : 1 file
Tanggal Input : 03 Agu 2022

Penyedia jasa streaming musik merupakan media terpopuler dalam mendengarkan musik di era digital ini. Pengguna dapat merasakan pengalaman mengarungi musik melalui teknologi untuk mengendalikan, kurasi, membagikan, dan menjelajah musik secara langsung dalam lingkup platform streaming. Dalam evolusi ini, konsumen memiliki andil lebih untuk menciptakan dan mendefinisikan nilai bagi diri mereka. Namun penelitian mengenai penciptaan nilai oleh pengguna jasa penyedia streaming musik dari segi servis sains masih jarang, terutama di Indonesia. Studi ini bertujuan mengeksplor proses diciptakannya nilai oleh pengguna jasa layanan streaming musik, dan nilai apa yang tercipta dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan strategi studi kasus terhadap pengguna milenial jasa penyedia streaming Spotify di Indonesia, dengan menerapkan wawancara dan analisis data kualitatif mengenai penggunaan, persepsi, dan pengalaman dalam menggunakan jasa streaming Spotify. Berdasarkan model servis sains, proses penciptaan nilai antara penyedia dan pelanggan terjadi dalam empat fase: ko-eksperiens, ko-definisi, ko-elevasi, dan ko-developmen. Empat fase ini terjadi secara gradual hingga tercipta nilai secara ko-kreasi, atau servis. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa dalam fase ko-eksperiens, pengguna menumbuhkan ketertarikan terhadap jasa streaming musik, mendaftarkan diri ke layanan, dan merespon proposisi dari penyedia jasa melalui penggunaan fitur dalam bentuk playlisting, soundtracking, pengendalian, eksplorasi musik, serta terhubung dengan orang lain. Fase ko-definisi ditandai oleh munculnya model internal mengenai Spotify, perbandingannya dengan alternatif lain, dan mulai terbentuk hubungan dengan jasa streaming. Pada fase ko-elevasi, mulai terlihat fasihnya para pengguna, berlangganan versi premium, dan mengekspresikan komentar, keluhan, ekspektasi dan evaluasi dari jasa tersebut. Akan tetapi, fase ko-developmen oleh pengguna masih belum terlihat disebabkan interaksi yang tidak langsung antara pihak Spotify dengan pengguna untuk menangkap komentar dan wawasan mereka. Nilai yang tercipta bersama dalam kasus Spotify adalah nilai pada dimensi fungsional, harga, sosial, dan emosional. Nilai fungsional terlihat dalam keunggulan yang ditawarkan Spotify seperti kemudahan, kenyamanan, reliabilitas, kendali, keberagaman katalog, serta algoritma. Nilai harga berkenaan dengan harga langganan premium yang terjangkau dan ketidaksukaan pengguna terhadap iklan. Nilai sosial direfleksikan dari hubungan dengan orang lain yang terbentuk melalui musik, baik secara daring maupun luring. Sementara itu, nilai emosional terlihat pada tindakan mendengarkan musik untuk merasakan emosi, perasaan girang, serta gratifikasi dari validasi sosial. Penelitian ini memperluas diskusi secara empiris mengenai model servis sains, menggunakan model penciptaan nilai bersama empat-fase antara pelanggan dan penyedia jasa. Hasil penelitian mempertegas peran utama pelanggan dalam menciptakan dan menentukan nilai melalui pengalaman subjektif mereka. Terdapat pula temuan mengenai rendahnya harga sebagai faktor penting dalam pengambilan keputusan pelanggan. Keterbatasan dari studi ini dibahas bersama dengan arahan untuk penelitian lebih lanjut. Keywords: jasa streaming, ko-kreasi, pengguna, Spotify, servis sains