Article Details

RUMAH SUSUN DENGAN PENDEKATAN CIRCULAR DESIGN DI KOTA BANDUNG

Oleh   Nida Fadhilah [25220022]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Mohammad Jehansyah Siregar, S.T., M.T., Ph.D.;Dewi Larasati, S.T., M.T., Ph.D.;Dr. Allis Nurdini, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : rumah susun, circular design, sirkular pangan, sirkular air
Sumber :
Staf Input/Edit : Perpustakaan Prodi Arsitektur   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 03 Agu 2022

Populasi dunia tinggal di perkotaan terus meningkat mengakibatkan kebutuhan hunian meningkat tetapi lahan di perkotaan terbatas sehingga timbul kawasan kumuh jika sistem hunian tidak direncanakan dengan baik. Provinsi Jawa Barat memiliki populasi terbanyak di Indonesia dan Kota Bandung memiliki wilayah kumuh terbesar. Populasi beriringan dengan kebutuhan pangan dan harga kebutuhan pokok terus meningkat dan berdampak pada pertumbuhan kemiskinan dan kerawanan pangan perkotaan. Pola makan masyarakat perkotaan mengalami perubahan konsumsi makanan dan berdampak terhadap gizi buruk terhadap kesehatan. Peningkatan populasi perkotaan mengakibatkan peningkatan demand pangan. Hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan bahwa Kota Bandung memasok hingga 96% kebutuhan pangannya dari kota lain. Kebutuhan pangan di Kota Bandung ini mengakibatkan Pemerintah Kota Bandung membuat sebuah program “Buruan Sae” yaitu pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri. Makanan menempuh perjalanan cukup panjang yang berdampak pada lingkungan dan perubahan iklim. Hampir sepertiga makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia sekitar 1,3 miliar ton per tahun hilang atau terbuang secara global. Oleh karena itu, sustainable food system penting untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pertumbuhan populasi, peningkatan demand pangan serta peningkatan standar lingkungan hidup menyebabkan peningkatan permintaan terhadap sumber daya air bersih. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pangan dan air dengan pendekatan yang lebih baik, bijak, mempertimbangkan lingkungan, manusia dan proses dimana produk pangan dan air mempertimbangkan pengelolaan yang diproduksi, diproses hingga dikonsumsi dan digunakan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Perancangan rumah susun dengan pendekatan circular design yang berfokus pada sistem sirkular pangan dengan pengadaan urban farming di dalam skala rumah tangga, serta sirkular air untuk mencapai desain yang sirkular dapat diimplementasikan pada perancangan rumah susun untuk kehidupan yang lebih baik.