Article Details

BANK SYARIAH MANDIRI FINANCIAL STATEMENT ANALISIS

Oleh   Pandu Wicaksono Soeprapto (NIM 190 04 033)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing : Arson Aliludin
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Sekolah Bisnis dan Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : Syariah bank, performance
Sumber :
Staf Input/Edit :  
File : 7 file
Tanggal Input : 2012-05-30 15:02:41

Generic placeholder image
2007 TA PP PANDU WICAKSONO SOEPRAPTO 1-COVER.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP PANDU WICAKSONO SOEPRAPTO 1-BAB1.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP PANDU WICAKSONO SOEPRAPTO 1-BAB2.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP PANDU WICAKSONO SOEPRAPTO 1-BAB3.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP PANDU WICAKSONO SOEPRAPTO 1-BAB4.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP PANDU WICAKSONO SOEPRAPTO 1-BAB5.pdf
File tidak tersedia

Generic placeholder image
2007 TA PP PANDU WICAKSONO SOEPRAPTO 1-PUSTAKA.pdf
File tidak tersedia


Abstrak: Awalnya, Indonesia hanya memiliki sistem perbankan yang menggunakan sistem bunga atau yang lebih dikenal dengan bank konvensional, sehingga bank-bank yang ada semuanya menggunakan sistem yang sama. Tapi, berkembangnya bank-bank yang menggunakan sistem syaria atau bagi hasil di negara-negara Islam memberikan pengaruh bagi sistem perbankan di Indonesia. Dengan adanya pengaruh-pengaruh ini maka mulai bermunculan forum diskusi mengenai sistem perbankan syariah atau bagi hasil. MUI mulai melakukan pembentukan kelompok kerja untuk mendirikan bank syariah pertama di Indonesia, maka pada tahun 1991 berdirilah Bank Muamalat Indonesia. Selama beberapa tahun sejak berdirinya, Bank Muamalat Indonesia adalah pemain tunggal dalam sektor ini. Melalui perubahan Undang-Undang No. 7 tahun 1992, pada bulan November 1998 telah memberi peluang untuk berkembangnya bank-bank syariah di Indonesia.