Article Details

STRATEGI PENINGKATAN KAPABILITAS PENYANDANG DISABILITAS DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA (STUDI KASUS GUNUNG MERAPI KABUPATEN MAGELANG)

Oleh   Tiffany Salikha Dewi M H [25420067]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Saut Aritua Hasiholan Sagala, S.T., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : Pengurangan Risiko Bencana, Kapabilitas, Penyandang Disabilitas
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 24 Jun 2022

Penyandang disabilitas termasuk ke dalam kelompok rentan dalam bencana dengan risiko tinggi terhadap kematian, luka -luka, kerugian properti dan ekonomi. Faktor yang mempengaruhi kerentanan disabilitas dalam bencana yaitu kurangnya informasi dan pengetahuan bencana, kurangnya aksesibilitas pada komunikasi, informasi, dan infrastruktur kebencanaan, perbedaan kebutuhan disabilitas sesuai jenis dan karakteristik disabilitas, dan kurangnya investasi dalam PRB inklusif. Mengacu pada CRPD dan SFDRR, kapabilitas disabilitas merupakan modal penting bagi disabilitas dalam upaya peningkatan PRB. Lokasi studi dalam penelitian ini yaitu Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan strategi untuk meningkatkan kapabilitas disabilitas untuk menghadapi bencana guna meningkatkan resiliensi mereka. Dalam konteks disabilitas, kapabilitas dipahami sebagai kemampuan praktis mereka yang berstatus sebagai penyandang disabilitas. Pada studi ini, metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara beberapa narasumber dari organisasi penyandang disabilitas sesuai dengan karakteristik dan jenis disabilitasnya, wawancara dengan dinas pemerintah terkait dengan kebijakan pemberdayaan disabilitas dan bencana serta studi literatur terkait kebijakan eksisting daerah tingkat regional dan lokal terkait PRB inklusif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis gap kebijakan. Temuan dari hasil analisis terbagi menjadi dua, yang pertama identifikasi kapabilitas, dan hasil analisis gap yang berupa arahan kebijakan dan strategi.