Article Details

PERANCANGAN ULANG KAWASAN INDUSTRI PERIKANAN MUARA ANGKE, DKI JAKARTA DENGAN KONSEP WATER SENSITIVE URBAN DESIGN (WSUD)

Oleh   Kelvin Narada Gunawan [15418063]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Denny Zulkaidi, MUP.;Prof. Ir. Haryo Winarso, M.Eng., Ph.D.;Bagas Dwipantara Putra, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : water sensitive urban design, kawasan industri perikanan, pelabuhan perikanan muara angke.
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 24 Jun 2022

Kawasan industri perikanan di Kawasan Pembangunan Terpadu Muara Angke dikenal menjadi salah satu sentra industri perikanan yang cukup besar, penopang kebutuhan ikan dan kegiatan ekspor perikanan di kota metropolitan DKI Jakarta, serta menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) atau Pelabuhan Tipe B yang dapat didarati kapal dengan bobot hingga 100GT. Namun, kondisi Kawasan Industri Perikanan Muara Angke saat ini menghadapi beberapa permasalahan utama dalam pembangunannya antara lain banjir rob, sampah darat dan laut, kapasitas dermaga yang tidak mencukupi, serta permasalahan desain dan non desain lainnya yang cukup banyak ditemukan. Perancangan ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang ulang Kawasan Industri Perikanan Muara Angke dengan menerapkan konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) sebagai respon terhadap belum optimalnya integrasi manajemen siklus air kawasan dan berbagai permasalahan aspek lainnya seperti permasalahan lingkungan, ekonomi, dan sosial yang terjadi di kawasan tersebut. Luas delineasi perancangan adalah ± 22,13 Hektar. Metode perancangan yang digunakan adalah metode sinoptik yang diawali dengan pengumpulan data dan pengamatan kondisi eksisting untuk menghasilkan simulasi rancangan. Secara umum, fungsi-fungsi yang akan dikembangkan adalah fungsifungsi yang menampung industri perikanan, pelelangan dan pasar perikanan, dermaga dan fasilitas perbaikan kapal, asrama nelayan dan buruh industri, hingga fungsi lingkungan. Teknik WSUD yang diterapkan di kawasan ini adalah teknik dengan fokus pada integrasi dan manajemen siklus air kawasan sehingga air mengalir tanpa menyebabkan genangan namun di saat yang bersamaan juga menjaga kualitas air tersebut, yakni: sistem drainase campuran terbuka dan tertutup, penggunaan kolam penampungan (on site detention) yang berfungsi sebagai kapasitas tambahan drainase, penggunaan jenis material yang dapat mengalirkan air, penggunaan vegetasi yang dapat meningkatkan kualitas air, penetapan buffer zone gedung industri dengan sungai, penerapan konsep greywater recycling dan rainwater harvesting pada bangunan, hingga pelestarian ekosistem mangrove yang ada di kawasan.