Article Details

PERUBAHAN POLA SPASIAL PERKOTAAN PROVINSI JAWA BARAT BERDASARKAN KLASIFIKASI DESA PERKOTAAN BPS TAHUN 2000, 2010, DAN 2020

Oleh   Irfan Nurdya Pratama [15415069]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Iwan Kustiwan, M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : perkotaan, spatial metrics, pola spasial, Jawa Barat
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 24 Jun 2022

Tingkat urbanisasi yang ditinjau dari jumlah penduduk perkotaan menunjukkan tren yang meningkat dalam skala global dan nasional. Sebanyak 65,65% penduduk perkotaan Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas 7 % dari seluruh daratan Indonesia. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan persentase penduduk perkotaan tertinggi di Pulau Jawa. Pertumbuhan penduduk perkotaan selalu berjalan searah dengan pertumbuhan fisik perkotaan. Urbanisasi mampu membawa dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi apabila tidak dikendalikan dan direncanakan dengan baik, urbanisasi justru mengakibatkan dampak negatif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Untuk dapat menentukan kebijakan dan strategi pengembangan daerah perkotaan yang baik diperlukan pemahaman terhadap karakteristik spasial perkotaan dari waktu ke waktu. Namun masih sedikit penelitian di Indonesia tentang pola spasial perkotaan yang dilakukan secara kuantitatif menggunakan parameter yang dapat dibandingkan antar wilayah maupun antar periode, khususnya secara spasial. Metode spatial metrics mampu memberikan karakteristik spasial perkotaan sebuah parameter atau indeks statistik yang dapat dibandingkan antar wilayah maupun antar periode. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan pertumbuhan perkotaan dan perubahan pola spasial perkotaan di Provinsi Jawa Barat. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan spasial, dengan data klasifikasi desa perkotaan dan perdesaan hasil sensus penduduk. Adapun tahapan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kecenderungan pertumbuhan penduduk dengan metode analisis laju pertumbuhan penduduk, mengidentifikasi pola spasial perkotaan dengan metode analisis overlay, dan menganalisis perubahan pola spasial perkotaan dengan metode analisis spatial metrics. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa perkotaan Provinsi Jawa Barat menunjukkan gejala mega-urbanisasi yaitu perluasan perkotaan melewati area inti yang tercemin dalam pola spasial perkotaan dan hasil perhitungan spatial metrics. Penggunaan data klasifikasi desa perkotaan dan perdesaan mampu menggambarkan pola spasial perkotaan yang terbentuk dan metode spatial metrics mampu mendeteksi perubahan karakteristik spasial perkotaan yang terjadi.