Article Details

PENENTUAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR BANDANG BERDASARKAN MORFOMETRI DAN KESTABILAN MEANDER PADA KAWASAN SEMPADAN SUNGAI CIHONJE DI KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT

Oleh   Tiwi Kartiwi [11518034]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Rina Ratnasih Purnamahati, M.S., M.Sc.;Dr. Ichsan Suwandhi, S.Hut., M.P.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Kehutanan
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Banjir bandang, Debit, Meander, Sempadan sungai, Sumedang
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 23 Jun 2022

Kabupaten Sumedang terutama Sumedang Selatan tergolong sebagai wilayah yang rawan terhadap bencana longsor dan banjir bandang. Pada Maret tahun 2021 telah terjadi bencana banjir bandang yang melanda Desa Citengah hingga Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BPBD Kab. Sumedang, peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras sehingga menimbulkan peningkatan debit air pada Sungai Cihonje. Selain curah hujan yang tinggi, morfometri sungai dan kestabilan meander diduga kuat menjadi faktor pemicu terjadinya banjir bandang ini. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat kerawanan banjir bandang berdasarkan kedua faktor fisik sungai di atas. Penelitian ini dilakukan di kawasan Sungai Cihonje yang termasuk dalam wilayah Sub DAS Cipeles, DAS Cimanuk yang mengalir sepanjang Desa Citengah, Cipancar, Gunasari, dan Baginda. Lokasi penelitian dilakukan pada kawasan sempadan sungai seluas 140,37 ha yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian hulu, tengah, dan hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerawanan banjir bandang, debit aliran sungai, dan kestabilan meander pada sepanjang aliran Sungai Cihonje. Tingkat kerawanan banjir bandang ditentukan secara spasial sehingga menghasilkan peta tingkat kerawanan banjir bandang, sedangkan debit aliran sungai diukur dengan metode pelampung, diikuti dengan perhitungan stabilitas meander sungai dengan metode kestabilan meander. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir bandang pada kawasan sempadan Sungai Cihonje dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu tingkat sedikit rawan seluas 19,16 ha (13,69%), agak rawan seluas 43,17 ha (30,84%), dan rawan seluas 77,64 ha (55,47%). Hasil lainnya, semakin ke hilir debit aliran sungai semakin meningkat yang mengindikasikan secara keseluruhan Sungai Cihonje tergolong rawan terhadap banjir bandang. Hasil perhitungan stabilitas meander menunjukkan Sungai Cihonje tergolong tidak stabil (rc < 40A0,5). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar kawasan sempadan Sungai Cihonje memiliki tingkat kerawanan banjir bandang yang tinggi karena dipengaruhi penggunaan lahan, debit aliran sungai, dan meander yang tidak stabil.