Article Details

PERANCANGAN, PEMBUATAN, DAN PENGUJIAN SISTEM ISOLASI OPTIK DAN SISTEM PENGUNGGAHAN DIAGRAM LADDER PADA PLC BERBASIS ARDUINO

Oleh   Hendry Bunadi [13117131]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Budi Heryadi S.T., M.T.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTMD - Teknik Mesin
Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : Programmable Logic Controller (PLC), Diagram Ladder, Arduino
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 12 Mei 2022

Pasar otomasi Indonesia diperkirakan akan tumbuh karena permintaan akan peralatan otomasi. Salah satu peralatan otomasi yang banyak digunakan adalah PLC. PLC merupakan perangkat untuk mengontrol proses industri. Umumnya, PLC diprogram dengan bahasa diagram ladder. Karena PLC dan diagram ladder merupakan aspek penting pada industri dan otomasi, kedua aspek ini diajarkan kepada mahasiswa Teknik Mesin ITB dalam praktikum mata kuliah Mekatronika. Namun, terdapat kendala dalam praktikum tersebut, yaitu adanya risiko kerusakan PLC akibat kesalahan instalasi atau pengoperasian oleh mahasiswa yang tergolong pemula. Tugas sarjana ini menawarkan solusi berbentuk produk PLC berbasis Arduino yang mudah dan murah untuk diproduksi massal. Tugas sarjana diawali dengan perancangan perangkat keras dan lunak PLC. Perancangan perangkat keras meliputi perancangan sistem isolasi optik untuk Arduino, sedangkan perancangan perangkat lunak berfokus pada penyusunan dan pengolahan diagram ladder serta pengunggahan logika diagram ladder ke Arduino. Setelah perancangan dilakukan, PLC dibuat, kemudian diuji dengan menggunakan beberapa jenis sensor dan aktuator, termasuk aktuator pneumatik. Berdasarkan hasil pengujian, PLC dapat menjalankan fungsinya, seperti logika Boolean, internal relay, set coil, reset coil, komparasi, operasi matematika, timer on, timer off, timer on retentive, counter up, dan counter down. Namun, terdapat beberapa kekurangan dari PLC yang dibuat, antara lain sistem sumber daya PLC yang tidak praktis, kapasitas arus output lebih kecil dibandingkan PLC pada umumnya, analog input yang belum terisolasi optik, serta terdapat ketidaktelitian pada timer.