Article Details

KUADRAN KELAYAKAN VERSUS KOMERSIALITAS POD UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PERSETUJUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUICK LOOK POD

Oleh   Muhammad Ramadhan [12208039]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Perminyakan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Mining & related operations
Kata Kunci : Quick Look POD, Monte Carlo, Self Assessment, Kuadran Kelayakan Versus Komersialitas
Sumber :
Staf Input/Edit : Suharsiyah   Ena Sukmana
File : 2 file
Tanggal Input : 11 Mei 2022

Generic placeholder image
2012 TA PP MUHAMMAD RAMADHAN 1.pdf ]

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Plan of Development (POD) adalah dokumen perencanaan pengembangan lapangan oleh KKKS untuk diserahkan pada BP Migas dan sebagai dasar melakukan kegiatan. Penyusunan POD membutuhkan data yang sangat banyak dari geologi, geofisika, dan perminyakan dan sekaligus harus melalui proses di BP Migas. Metode Quick Look POD dibuat untuk mempercepat proses studi dan persetujuan POD. Metode ini mengelompokkan jenis – jenis dokumen yang ada dan akan dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan tingkat kelengkapan dan kualitas data dengan menggunakan simulasi Monte Carlo. Masing – masing kelas memiliki tingkat kehandalan yang berbeda yang dapat menentukan pengambilan keputusan spesifik. Parameter ekonomi dalam hal ini juga menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan perencanaan pengembangan lapangan. Diharapkan ke depannya, metode Quick Look POD ini menjadi bahan evaluasi sendiri KKKS sebelum menyerahkan dokumen POD standar ke BP Migas sebagai self assessment. Studi ini menghasilkan penilaian secara teknis dan ekonomis dengan produk akhir adalah Kuadran Kelayakan versus Komersialitas POD. Kuadran Kelayakan versus Komersialitas POD ini terdiri dari sumbu-x yang menyatakan kelayakan proyek berdasarkan analisis data secara teknis dan sumbu-y yang menyatakan tingkat komersialitas proyek. Kuadran 1 merupakan POD yang tidak ekonomis dan tidak layak, dan kuadran 2 merupakan POD yang tidak ekonomis tetapi memiliki analisis data teknis yang handal. Sedangkan kuadran 3 POD merupakan POD yang ekonomis dan siap untuk diimplementasikan, dan kuadran 4 POD merupakan POD yang ekonomis tetapi memiliki data teknis yang buruk dan tidak handal. Pada akhirnya metode ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi KKKS agar siap untuk menyajikan dan mengkaji data suatu lapangan dengan sangat baik dan siap untuk diimplementasikan. Pada hal ini, Lapangan “X” termasuk dalam kelas POD B berdasarkan kelayakan proyek dan kelas POD I berdasarkan komersialitas proyek sehingga Lapangan “X” berada pada kuadran 3.