Article Details

OPTIMASI PENENTUAN BACK PRESSURE DALAM METODE PEMBORAN MANAGED PRESSURE DRILLING JENIS CONSTANT BOTTOM HOLE PRESSURE

Oleh   Joydi Mirza Zein [12208078]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Sudjati Rachmat, DEA;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Perminyakan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Mining & related operations
Kata Kunci : Back pressure, pressure loss, friksi mekanik, rotasi drillpipe, konsentrasi cutting
Sumber :
Staf Input/Edit : Suharsiyah   Ena Sukmana
File : 2 file
Tanggal Input : 10 Mei 2022

Generic placeholder image
2012 TA PP JOYDI MIRZA ZEIN 1.pdf?

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Salah satu contoh operasi Managed Pressure Drilling adalah Constant Bottom Hole Pressure, kerap disingkat CBHP. Pada operasi pemboran menggunakan CBHP, tekanan bawah sumur dikondisikan hampir menyamai tekanan pori formasi. Pengondisian ini dilakukan dengan menambahkan Back Pressure melalui anulus agar tekanan hidrostatik sama dengan tekanan hidrodinamik. Salah satu aplikasi CBHP adalah dalam proses penghentian sirkulasi. Tekanan bawah sumur yang awalnya hidrodinamik semakin lama akan semakin turun dan mendekati tekanan hidrostatik. Maka dibutuhkan tekanan tambahan untuk menyokong tekanan bawah sumur agar tetap sama dengan tekanan pori formasi. Pada pelaksanaan metode ini, presisisitas dari nilai tekanan yang ditambahkan pada anulus merupakan hal yang penting mengingat sempitnya pressure window yang dihadapi. Penentuan Back Pressure dipengaruhi oleh besarnya pressure loss yang terjadi ketika sirkulasi fluida pemboran berlangsung. Pressure Loss inilah yang mengakibatkan tekanan bawah sumur saat sirkulasi lebih besar daripada tekanan bawah sumur ketika sirkulasi dihentikan. Besarnya pressure loss dipengaruhi oleh parameter-parameter yang mengakibatkan gaya friksi pada anulus ketika sirkulasi fluida pemboran sedang berlangsung. Dengan kata lain, besarnya back pressure yang diberikan adalah sama dengan nilai gaya friksi pada anulus yang dikonversi menjadi tambahan tekanan saat sirkulasi fluida pemboran berlangsung. Penentuan besarnya gaya friksi dengan presisi merupakan kunci keberhasilan dari operasi CBHP. Operasi CBHP sudah dilakukan di banyak lapangan dengan pressure window sempit. Namun pressure loss yang diperhitungkan hanya dari besarnya gaya friksi mekanik yang diakibatkan dari rheologi fluida pemboran. Padahal gaya friksi mekanik juga dipengaruhi oleh parameter lain seperti rotasi drillpipe, konsentrasi cutting, dan inklinasi dari lubang pemboran. Maka, dengan penambahan parameter ini, maka penentuan back pressure pada operasi MPD jenis CBHP dapat dilakukan dengan lebih akurat.