Article Details

INDUSTRI FASHION HIJAB MENUJU VIRTUAL: PEMBAHARUAN MODEL KOLABORASI MENGGUNAKAN PERSPEKTIF SERVIS SAINS

Oleh   Lisandy Arinta Suryana [29015001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Santi Novani, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SBM - Sains Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : motivasi pelanggan; model penciptaan nilai bersama; keberlangsungan bisnis; structural equation modeling; servis sains.
Sumber :
Staf Input/Edit : Neng Kartika  
File : 7 file
Tanggal Input : 09 Mei 2022

Industri kreatif menjadi sector strategis yang diyakini dapat mendukung pengembangan perekonomian Indoenesia. Pada konteks Indonesia, sector fashion memberikan kontribusi terbesar pada PDB, isu pengangguran, dan sector ekspor Indonesia. Indonesia memiliki proyeksi bisnis fashion islami yang bagus mengingat besarnya populasi muslim di Indonesia. Proyeksi bisnis tersebut mendorong untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia pada tahun 2020. Oleh karenanya, industry fashion hijab perlu untuk menentukan dan mengembangkan strategi bisnis untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis. Berdasrkan perspektif servis sains, nilai lebih baik diciptakan dari hasil kolaborasi antara stakeholder internal dan juga eksternal. Stakeholder eksternal tidak hanya meliputi rekan bisnis ataupun pemerintah saja, namun juga melibatkan pelanggan. Keterlibatan pelanggan diyakini dapat memberikan banyak manfaat pada pelaku bisnis, misalnya penurunan biaya pemasaran dan pengembangan pangsa pasar lokal maupun global. Oleh sebab itu, pelaku bisnis perlu untuk memahami gaya hidup pelanggan serta motivasi pelanggan untuk terlibat pada proses kolaborasi. Pada era digital, pelanggan cenderung memiliki intensitas dan ketergantungan yang tinggi pada dunia virtual dengan memanfaatkan internet dan teknologi informasi & komunikasi (TIK). Isu tersebut memungkinkan pelanggan dan pelaku bisnis untuk bisa berkomunikasi dua arah. Selain itu, pelaku bisnis juga lebih mudah untuk menjangkau pelanggan baik local maupun global, dan begitu juga sebaliknya. Hal ini menjadi landasan untuk mempertimbangkan internet dan TIK untuk penciptaan dan pengembangan strategi bisnis. Berdasarkan fenomena yang terjadi di Indonesia, terutama fenomena terkait industri fashion hijab, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pelanggan untuk terlibat pada proses kolaborasi serta mengembangkan konseptual model kolaborasi virtual untuk industri fashion hijab menggunakan perspektif servis sains. Konseptual model tersebut diharapkan bisa menjadi alternative strategi industri fashion hijab untuk menjangkau pelanggannya.