Article Details

KAJIAN PEMBUATAN SCAFFOLD BERBASIS SUTERA DARI ULAT DAN LABA-LABA SEBAGAI MATRIKS EKSTRASELULER KULIT BUATAN DENGAN PROSES ELECTROSPINNING

Oleh   Sons Bima Nusantara [13716030]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Hermawan Judawisastra, M.Eng.;Ekavianty Prajatelistia, S.T., M.S.Eng., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTMD - Teknik Material
Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Subjek :
Kata Kunci : electrospinning, fibrous-scaffold, silk fibroin, spidroin
Sumber :
Staf Input/Edit : TINI SUPARTINI  
File : 0 file
Tanggal Input : 08 Apr 2022

Tidak ada file


Pada pemulihan cedera kulit, fibrous-scaffold digunakan sebagai media regenerasi sel. Fibrous-scaffold yang digunakan dibuat menggunakan silk fibroin sebab memiliki biocompatibility, biodegradation, dan bioactivity yang unggul. Selain itu, perlu ditambahkan spidroin yang memiliki motif arg-gly-asp (RGD) agar dapat meningkatkan penempelan dan proliferasi sel. Untuk menunjang pemulihan cedera kulit, pemrosesan dengan electrospinning digunakan supaya didapatkan fibrous-scaffold dengan sifat-sifat yang sesuai. Dengan demikian, pada penelitian ini dilakukan kajian kemungkinan pembuatan fibrous-scaffold berbasis campuran silk fibroin dan spidroin dengan proses electrospinning menggunakan metode studi literatur. Pada penelitian ini didapatkan bahwa pembuatan fibrous-scaffold berbasis silk fibroin menggunakan electrospinning telah banyak dan berhasil dilakukan. Namun sebaliknya, pada pembuatan fibrous-scaffold berbasis spidroin menggunakan electrospinning masih sedikit dilakukan. Agar dapat dicampur, kompatibilitas silk fibroin dan spidroin perlu ditingkatkan dengan menggunakan metode cross-linking seperti menggunakan enzim atau photo-cureable cross-linking agent. Dengan demikian, campuran silk fibroin dan spidroin kemudian dapat dilakukan proses electrospinning dengan parameter: silk fibroin berbentuk filament; komposisi silk fibroin- spidroin kurang dari 10%; konsentrasi pelarutan asam format lebih dari 92%; reaksi cross-linking menggunakan 1-ethyl-3-(3-dimethylaminopropyl) carbodiimide hydrochloride (EDC); proses electrospinning dengan nilai K maksimum 3,2; pemurnian isourea; serta methanol treatment.