Article Details

PENGARUH SUPLEMENTASI EKSTRAK RUMPUT LAUT MERAH (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA BUDIDAYA DAN KOMUNITAS MIKROBA SELAMA FASE PENDEDERAN UDANG PUTIH (LITOPENAEUS VANNAMEI)

Oleh   Nisrina Fitri Nurjannah [10416030]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Gede Suantika, S.Si., M.Si.; Dr. Magdalena Lenny Situmorang, S.Si., M.Sc. ; Dr. Intan Taufik, S.Si., M. Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Mikrobiologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : komunitas mikroba, Kappaphycus alvarezii, Litopenaeus vannamei, suplemen
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 0 file
Tanggal Input : 08 Apr 2022

Tidak ada file


Ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) adalah salah satu suplemen pakan yang diketahui dapat meningkatkan performa budidaya udang. Namun, ekstrak K. alvarezii yang umumnya dikembangkan memiliki bentuk bubuk sehingga sulit untuk dikonsumsi dengan baik oleh udang putih (Litopenaes vannamei). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum suplemen ekstrak K. alvarezii dalam bentuk suspensi terhadap profil komunitas bakteri serta performa budidaya dari udang putih. Penelitian dilakukan dalam dalam dua tahap, yaitu optimasi konsentrasi suplemen K. alvarezii dan uji pemberian pakan tersuplementasi pada post-larva L. vannamei PL-10 selama 14 hari. Dalam uji pemberian pakan tersuplementasi, dilakukan anaisis parameter kualitas air, analisis parameter biologis udang, analisis profil komunitas mikroba menggunakan Angka Lempeng Total (ALT), dan analisis profil fisiologi komunitas bakteri menggunakan Biolog EcoPlateTM diikuti dengan Principal Component Analysis. Hasil optimasi konsentrasi menunjukkan bahwa konsentrasi suplemen yang lebih rendah memiliki pengaruh yang lebih baik terhadap performa budidaya. Oleh karena itu, pada uji pemberian pakan digunakan tiga variasi , suplementasi dengan konsentrasi 3 gr/kg pakan (Sp1), suplementasi dengan konsentrasi 6 gr/kg pakan (Sp2), dan kontrol tanpa suplementasi (K). Analisis parameter kualitas air menunjukkan bahwa seluruh perlakuan berada pada kondisi optimum budidaya. Perlakuan Sp 1 memberikan growth rate (6.63 ± 1.87 mg/hari), feed conversion ratio (1,37±34), produktivitas (0.517 ± 0.109 kg/m3), dan biomassa total (5.17 ± 1.10 gr) yang baik meskipun tidak berbeda signifikan (p>0,05) dari perlakuan lainnya. Total bakteri pada sampel udang perlakuan Sp1 lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya (106,8 CFU/mL). Terakhir, analisis fisiologi komunitas mikroba menunjukkan bahwa Sp2 memiliki aktivitas metabolisme mikroba yang paling tinggi. Analisis Principal Component Analysis menunjukkan bahwa komunitas mikroba udang perlakuan Sp1 dan Sp2 berpotensi menggunakan beberapa sumber karbon yang berbeda dari perlakuan K. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa suplemen K. alvarezii pada konsentrasi 3 gr/kg secara keseluruhan memiliki pengaruh paling baik terhadap performa budidaya dan profil komunitas mikroba dari L. vannamei.